Bisnis Indonesia - bisnis.com
Sabtu, 03 Desember 2016

Hari Ini    WIB

Subuh

Zuhur

Ashar

Maghrib

Isya

Masuki Usia 30 Tahun, Ini Kata Praktisi Kesehatan Holistik

Atiqa Hanum Kamis, 01/12/2016 02:03 WIB
Masuki Usia 30 Tahun, Ini Kata Praktisi Kesehatan Holistik
Ilustrasi.
.Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA—Memasuki usia 30 tahun ke atas kadang membuat seseorang menilai diri sendiri. Mulai dari pertanyaan sudah kah saya bahagia hingga apakah ini hidup yang saya inginkan. Memikirkan hal ini dapat membuat Anda melihat kebelakang atas apa yang telah Anda lewatkan.

Praktisi Kesehatan Holistik Reza Gunawan mengatakan manusia sering berpikir bahwa dirinya selalu ada yang kurang sehingga tidak mensyukuri dan merasa terjebak dengan anggapan-anggapan negatif yang sebenarnya telah dipupuk oleh diri sendiri.

“Untuk itu, sangat perlu yang namanya ‘perjalanan apresiasi diri’ dimana seseorang harus menerima secara penuh atas kelahirannya ke dunia tanpa mempertanyakan hal yang lebih berat untuk apa kita hidup,” jelasnya dalam peluncuran kampanye #UsiaCantik oleh L'Oréal Paris Revitalift Dermalift di Jakarta, Rabu (30/11/2016).

Lalu, lanjutnya, seseorang akan mengalami masa-masa dirinya diperlihara dan diasuh oleh sebuah keluarga dan diterima oleh keluarga tersebut hingga dewasa dan mementingkan masalah penampilan. Tidak hanya itu, seseorang akan berpikir atas pencapaian apa saja yang telah dilakukan. Apakah sukses atau tidak?

“Pada akhirnya seseorang harus melakukan penerimaan akan diri sendiri atas hidupnya yang telah dijalankan tanpa penyesalan yang berarti melainkan melakukan pengapresiasian diri sendiri,” ujarnya.

Reza menerangkan tidak lah mudah seseorang menerima atas dirinya sendiri dengan melakukan hal-hal untuk menutupi jati dirinya agar merasa lebih nyaman dalam menjalankan hidup dan diterima oleh sosial.

“Kita harus mampu untuk melatih kembali pada diri sendiri dengan lakukan ‘mindfullness’. Pasti kita pernah mempertanyakan kenapa ya kok saya bereaksi seperti itu misal marah dengan meledak-ledak padahal harusnya bisa diredam. Adanya stimulus dengan jenjang waktu yang sangat pendek ketika amarah melanda sontak langsung berapi-api,” ungkapnya.

Padahal, dia mengatakan bagaimana kita sadar sesadarnya dengan pikiran yang jernih tanpa adanya hawa negatif sehingga muncul opsi lain yang bisa kita lakukan tanpa harus meledak-ledak.

“Inilah yang namanya mengubah reaksi menjadi respons dengan tidak membuat batin kita terus menderita dengan hal negatif tersebut,” tegasnya.

Contoh lainnya, kata Reza, saat seseorang terus melihat kebelakang bahwa dirinya lebih cantik dulu dibandingkan sekarang. Semakin Anda terus membandingkan diri Anda dengan masa lampau, ini dinamakan memupuk kesuksesan dari depresi.

“Ya, Anda sedang menuju sukses, sukses akan depresinya. Anda akan terus berada dilingkaran itu-itu saja. Dan bagaimana Anda bisa terlepas? Memang kalau teori saja kadang sulit dilakukan namun kalau sedikit-sedikit akan terbiasa,” imbuhnya.

Dia menjelaskan Anda sedikit-sedikit harus bisa merasakan hal-hal yang terjadi pada diri Anda dengan berfokus pada satu hal dengan memikirkan hal apa yang akan dilakukan ke depannya misalnya mengistirahatkan pikiran dengan merileksasi diri dan rasakan apa yang dilihat, didengar, dan dirasa barulah Anda bisa bereaksi.

Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!
Apps Bisnis.com available on:    
more...