Yayasan Pusat Peradaban Islam Luncurkan Tabung Infaq

Yayasan Pusat Peradaban Islam meluncuran Tabung Infaq untuk menyejahterakan umat dan melepaskan umat dari penghambaan pada materi duniawi.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 24 Juli 2014  |  14:39 WIB
Peluncuran Tabung Infaq Yayasan Pusat Peradaban Islam - Jibi

Bisnis.com, JAKARTA - Yayasan Pusat Peradaban Islam meluncurkan Tabung Infaq untuk menyejahterakan umat dan melepaskan umat dari penghambaan pada materi duniawi.

Tabung Infaq merupakan lembaga pengumpul dan pengelola dana infaq umat dengan modal awal Rp 2 miliar. Seluruh aset lembaga menjadi wakaf ummat Islam  dan akan memiliki perwakilan di seluruh dunia.

Data yang dilansir Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyebutkan  hanya sekitar 1% saja ummat Islam yang sadar dan mau berzakat.

Padahal potensi zakat umat Rp 270 triliun per tahun atau hanya sekitar 4,34% dari gross domestic product (GDP) Indonesia.

Adapun yang mampu dihimpun oleh BAZ atau LAZ hingga kini baru sekitar Rp 925 miliar. 

“Jumlah itu sangat kecil bila dibandingkan dengan potensi dari masyarakat. Karena itu kami mengajak umat berjihad harta, karena sesungguhnya potensi yang dimiliki umat Islam belum maksimal” kata Bachtiar Nasir, Ketua Yayasan Pusat Peradaban Islam, dalam keterangan pers, Kamis.

Menurut Bachtiar, infaq yang diterima Tabung Infaq sebagian besar dari  umat Islam. Namun penyalurannya tak hanya untuk umat Islam saja, tetapi juga  akan membantu umat non-Islam di bidang sosial budaya dengan memberi makan orang miskin, serta di bidang kesehatan dengan membantu biaya pengobatan.

Tabung Infaq akan digunakan untuk membangun Pusat Islamic Online berstandar internasional.

Soal transparansi dana Tabung Infaq, Bachtiar yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Arrahman Quran Learning (AQL) ini menegaskan akan laporkan dana Tabung Infaq melalui berbagai media setelah diaudit oleh akuntan publik.

“Kami mengutamakan transparansi dan memagang teguh amanat dari masyarakat ini, Kami akan laporkan dana Tabung Infaq melalui website dan majalah kami, media-media, dan berbicara di program TV,” tegasnya.

Tabungan Infaq ini akan dimanfaatkan nantinya untuk membangun universitas Islam untuk kaderisasi ulama. Program kaderisasi dan kepemimpinan ulama akan dimaksimalkan. Selain itu, tabungan ini akan dimanfaatkan untuk memberikan bea siswa pendidikan SMU atau sederajat dan perguruan tinggi.

"Banyak lagi manfaatnya, seperti dalam bidang sosial dan kesehatan. Yang jelas kami ingin memberdayakan umat dengan maksimal," kata Bachtiar yang juga Sekjen Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia (MIUMI).

Pusat lembaga berkedudukan di Jakarta ini akan memiliki cabang dan perwakilan di seluruh dunia dan Indonesia menjadi pusatnya.

Bidang sosial ekonomi juga menjadi sasaran perjuangan Tabung Infaq, diantaranya dengan pembinaan kewirausahaan, memberi makan orang miskin dan pemberdayaan yatim.

Selain itu juga dengan membangun wakaf properti, wakaf pembangunan pasar dan Islamic Mall.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
umat islam, infaq

Editor : Bambang Supriyanto
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top