REPORTASE MUDIK LEBARAN 2014: Ironi Wisata Lumpur Lapindo

Bagi pemudik yang melewati Jalan Raya Porong menuju Pasuruan, Anda bisa mengunjungi sebuah kawasan bencana yang dijadikan tempat wisata.
Tim Susur Jawa Sumatra 2015
Tim Susur Jawa Sumatra 2015 - Bisnis.com 27 Juli 2014  |  18:34 WIB
KAWASAN LUMPUR LAPINDO - JIBI

Bisnis.com, SIDOARJO--Bagi pemudik yang melewati Jalan Raya Porong menuju Pasuruan, Anda bisa mengunjungi sebuah kawasan bencana yang dijadikan tempat wisata.

Kawasan yang diberi nama "Wisata Lumpur" ini telah terendam lumpur sejak 29 Mei 2006. Wilayah seluas 1500 hektar tersebut, kini dijadikan tempat wisata oleh masyarakat sekitar. Dari tempat inilah, para korban bencana lumpur Lapindo mengais rejeki untuk melanjutkan hidupnya. 

Bagi pengendara mobil, untuk masuk ke kawasan Wisata Lumpur, Anda dikenakan biaya parkir senilai Rp20.000 per mobil. Anda juga harus membayar tiket masuk sebesar Rp15.000 per orang. 

Sementara, untuk berkeliling kawasan wisata ini menggunakan ojek, dikenakan biaya senilai Rp25.000. Biasanya, sambil mengantar Anda berkeliling, para tukang ojek tersebut akan menjelaskan tentang kawasan ini beserta kisah mereka sebagai korban bencana lumpur Lapindo.

Sarwi (45) misalnya. Dia merupakan salah satu tukang ojek di Wisata Lumpur yang dulunya bekerja di pabrik yang terletak di kawasan tersebut. "Setelah bencana [lumpur Lapindo], saya bekerja sebagai tukang ojek. Lumayan untuk melanjutkan hidup," ujarnya, Minggu (27/7/2014).

Adapun Sarwi menjelaskan ada sekitar 150 warga yang menjadi tukang ojek di Wisata Lumpur. Sambil mengantar penumpang, mereka juga menawarkan digital video disc (DVD) yang menjelaskan tentang bencana lumpur Lapindo. Tiap keping DVD dihargai senilai Rp60.000. "Dengan membeli DVD ini hitung-hitung bantu warga sini," tutur Sarwi.

Ketika berkeliling, siapkan juga uang sebesar Rp5.000 per orang, karena akan ada pungutan liar di salah satu sisi kawasan ini.

Namun, Anda juga sebaiknya menggunakan masker ketika berkunjung ke kawasan ini, pasalnya bau belerang dan garam cukup mengganggu penciuman. 

Reportase mudik lebaran 2014 ini didukung oleh Toyota. (M. Abdi Amna, Yanita Petriella, Arys Aditya, Destyananda Helen).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
REPORTASE MUDIK LEBARAN 2014

Editor : Gajah Kusumo
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top