RAMADAN 2015: Pemprov DKI Batasi Operasi Tempat Hiburan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memperketat pengawasan operasional tempat hiburan menjelang Ramadhan. Selain menutup penuh, Pemprov DKI juga membatasi jam buka-tutup beberapa tempat hiburan.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 12 Juni 2015  |  13:40 WIB
ilustrasi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memperketat pengawasan operasional tempat hiburan menjelang Ramadhan. Selain menutup penuh, Pemprov DKI juga membatasi jam buka-tutup beberapa tempat hiburan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Purba Hutapea mengatakan jenis tempat hiburan yang ditutup a.l. griya pijat, diskotek, klab malam, bar live music, dan spa.

"Surat edaran terkait waktu penyelenggaraan hiburan selama bulan Ramadhan 2015 sudah kami kirimkan sejak tanggal 15 Mei. Isinya tentang peraturan jam buka dan tutup bagi industri pariwisata dan hiburan di Jakarta," ujarnya, Jumat (12/6/2015).

Dia menuturkan penutupan lokasi hiburan ini ditujukan guna mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan menghormati bulan suci Ramadhan 1436 H.

Selain ditutup total, Purba mengatakan ada juga usaha hiburan yang diatur waktu buka tutupnya, misalnya karaoke dan bola sodok (billiard) yang berlokasi di satu tempat hanya bisa beroperasi pada pukul 20.30 hingga 01.30 WIB.

"Namun, usaha permainan billiard yang tidak tergabung dengan bar, kelab malam, diskotek, serta griya pijat beroperasi mulai pukul 10.00-24.00 WIB," imbuhnya.

Dia menambahkan kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 19 Tahun 2004 tentang Kepariwisataan dan Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 98 Tahun 2004 tentang Waktu Penyelenggaraan Industri Pariwisata di DKI Jakarta serta Surat Edaran Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Nomor 34/SE/2015.

"Semua penyelenggara usaha pariwisata yang disebutkan sebelumnya harus tutup satu hari sebelum bulan Ramadan, hari pertama bulan Ramadhan, malam Nuzulul Qur’an, satu hari sebelum Hari Raya Lebaran atau malam takbiran, hari pertama dan kedua Lebaran dan satu hari setelah Lebaran,” tegasnya.

Untuk membedakan mana industri pariwisata yang harus buka dan tutup selama bulan Ramadan, Purba mengatakan pihaknya akan melakukan penempelan stiker dengan tulisan tutup bagi industri pariwisata yang harus tutup satu bulan penuh dan stiker bertulisan buka bagi industri pariwisata yang harus buka pada jam-jam tertentu.

Berdasarkan data Disbudpar DKI total industri pariwisata yang ada di Jakarta berjumlah 1.287 industri pariwisata. sebanyak 360 industri pariwisata yang akan diawasi secara ketat, karena harus tutup selama bulan Ramadhan, yakni 8 klab malam, 66 diskotik, 7 mandi uap dan 230 griya pijat serta 60 permainan bola sodok (billiard).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pemprov DKI, tempat hiburan malam

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top