Sambut Lebaran, BI Purwokerto Siap Layani Penukaran Uang

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Purwokerto bersama perbankan di wilayah eks Keresidenan Banyumas, Jawa Tengah, siap melayani penukaran uang masyarakat Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 Juni 2015  |  14:51 WIB
Rupiah - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, PURWOKERTO - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Purwokerto bersama perbankan di wilayah eks Keresidenan Banyumas, Jawa Tengah, siap melayani penukaran uang masyarakat Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.

"Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, siklus Ramadhan-Idul Fitri selalu diikuti dengan terjadinya lonjakan meningkatnya permintaan masyarakat terhadap uang tunai baik pecahan kecil maupun besar," kata Kepala Perwakilan BI Purwokerto Rahmat Hernowo di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis (18/6/2015).

Menurut dia, pemenuhan kebutuhan uang tunai tersebut dapat dilayani melalui penarikan atau transaksi langsung di perbankan, layanan penarikan uang tunai melalui anjungan tunai mandiri (ATM), menukarkan langsung ke Layanan Kas Keliling Bank Indonesia, maupun layanan penukaran di Kantor Perwakilan BI Purwokerto.

Terkait hal itu, dia mengatakan bahwa pada 2015, BI Purwokerto telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp3,8 triliun untuk melayani perbankan dan masyarakat selama Ramadhan dan Idulfitri.

"Jumlah tersebut meningkat sebesar 18 persen dari realisasi tahun sebelumnya. Tahun ini, pecahan Rp1.000 akan diberikan dalam bentuk uang logam guna mendorong penggunaan uang logam untuk transaksi kecil," katanya.

Ia mengatakan bahwa masyarakat dapat melakukan penukaran uang tunai di perbankan, antara lain Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA, Danamon, Bukopin, Bank Jateng, dan CIMB Niaga.

Khusus untuk penukaran uang tunai di kantor BI, kata dia, telah dibuka sejak 1 Juni 2015, pukul 09.00-12.00 WIB.

"Akan tetapi penukaran uang tunai pada 1 Juni-5 Juli hanya dilayani pada hari Selasa dan Kamis. Sementara pada 6-15 Juli akan dilayani setiap hari kerja dan pascalebaran, layanan penukaran uang kembali dibuka setiap hari Selasa dan Kamis," katanya.

Ia mengimbau masyarakat untuk lebih mengutamakan penggunaan transaksi nontunai atau "e-money" guna meningkatkan efisiensi dan keamanan dalam bertransaksi.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk selalu meningkatkan kehati-hatian dalam pelaksanaan penukaran atau pembayaran uang tunai dengan memperhatikan keaslian uang rupiah dengan cara "3D", yakni dilihat, diraba, dan diterawang.

Sebelumnya, Hernowo mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan perbankan di seluruh wilayah eks Keresidenan Banyumas terkait kebutuhan uang tunai menjelang Ramadhan dan Lebaran 2015.

Berdasarkan koordinasi tersebut, lanjut dia, diketahui bahwa perkiraan kebutuhan uang tunai menjelang Ramadhan dan Lebaran 2015 mencapai Rp3,8 triliun. "Jumlah tersebut diperkirakan mencukupi kebutuhan masyarakat di wilayah eks Keresidenan Banyumas," katanya.

Menurut dia, hal itu disebabkan pada Ramadhan dan Lebaran 2014 terealisasi Rp2,85 triliun dari permintaan sebesar Rp3,2 triliun. "Tahun ini permintaannya Rp3,8 triliun, tapi perkiraan kami realisasinya paling Rp3,4 triliun atau Rp3,5 triliun," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lebaran, penukaran uang, Ramadan 2015

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top