BISNIS PARCEL: Padukan Ilmu Desain, Sheilov Bidik Pasar Premium

Semakin ketatnya persaingan dalam bisnis parcel membuat pelaku usaha harus memutar otak mencari strategi untuk menghadirkan sesuatu yang baru agar mampu bersaing.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 07 Juli 2015  |  16:22 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Semakin ketatnya persaingan dalam bisnis parcel membuat pelaku usaha harus memutar otak, mencari strategi untuk menghadirkan sesuatu yang baru agar mampu bersaing.  Salah satu yang dilakukan adalah membuat parcel dengan konsep sekreatif dan seunik mungkin.

Hal ini dilakoni Sheilla Indrayani Prayitno, salah satu produsen parcel premium yang berpusat di Jakarta dengan merek Sheilov.

Bagi perempuan 29 tahun yang berlatar belakang bidang graphic designer dan movie maker ini, bisnis parcel sebenarnya bukan hal baru.

Ibunya dulu memiliki bisnis gift shop yang pada event tertentu kerap memproduksi parcel. 

“Tongkat estafetnya saya terima dan sekarang saya teruskan. Saya kembangkan dengan ditambah ilmu design yang saya punya,” katanya.

Modal yang dikeluarkan Sheilla ketika menyeriusi usaha pada dua tahun lalu bisa dibilang tidak terlalu besar karena dia menerapkan sistem made by order.

Jika ada yang ingin memesan harus membayar DP sebesar 50% dan melunasinya sebelum parcel dikirim.

Dia menerapkan custom order mulai dari tema, warna, hingga model yang diinginkan.

Namun mekanisme custom order tersebut tidak berlaku khusus untuk masa Lebaran ini, karena dia menyediakan ready stock.

Ada dua macam parcel yang ditawarkan Sheilov, yakni tipe Peppermint, yang menggunakan wadah dari bahan wooden replica yang bisa sekaligus dimanfaatkan sebagai bingkai foto. Harga produk ini dibanderol Rp600.000.

Adapun tipe kedua, yakni Mini Pappermint, menggunakan warna yang mirip. Bedanya yakni pada wadah yang digunakan yakni menggunakan rotan bulat yang diberi pita cantik. Harganya dibanderol Rp300.000.

Variasi perbedaan harga tersebut, selain pada sisi desainnya dan bahan yang digunakan, juga pada jenis dan jumlah isi parcel. Dia mengisinya antara lain dengan cookies, Pistachio Nuts, teh Dilmah, Medjool Dates dan Choco Dates.

“Bahan parcel yang digunakan ada yang kerja sama dengan pihak ketiga seperti cookies dan packaging-nya. Tetapi secara keseluruhan, design dan idenya dari saya,” tuturnya.

Sheilla menawarkan konsep yang berbeda dibandingkan produsen parcel kompetitor, yakni eksklusifitas dalam berbagai hal. Karena itu yang dia bidik adalah kalangan menengah ke atas.

Misalnya, dari segi bahan baku kue dia mengaku memakai yang kualitas premium. Begitu juga dengan bahan dan warna wadah yang digunakan, menurutnya tidak pasaran karena didesain secara eksklusif. Untuk boksnya, dia memilih bahan board impor yang mirip seperti kayu.

Di luar masa Lebaran ini, dia juga menyediakan parcel untuk ulang tahun, ulang tahun perkawinan, dan party kit. Produknya dipasarkan lewat media sosial Instagram serta dari promosi mulut ke mulut.

Dari pengalamannya selama dua tahun ini, untuk momen Lebaran yang paling diminati pelanggan adalah exclusive hampers. Di luar itu, yang paling banyak dicari adalah birthday hampers.

“Rata-rata omset minimal Rp20 juta per bulan, untuk Lebaran ini minimal Rp35 juta dengan  margin laba sekitar 40% - 50%,” ungkapnya.

Kendati kini bisnsis parcel sudah mulai banyak, menurut Sheilla pasarnya belum jenuh. Justru masyarakat menjadi semakin akrab dengan kebiasaan memberikan kado hampers pada momen spesialnya.

Prospek usaha ini dinilainya semakin baik karena pengaruh media sosial. Namun pada kondisi ini, pelaku usaha justru harus semakin jujur jika memilih pemasaran lewat media online. Kejujuran itu menurutnya sangat penting dan justru jadi strategi Sheilov agar bisa bertahan di tengah persaingan.

“Persaingan agak ketat karena memang sudah banyak sekali bisnis hampers di Indonesia. Strategi saya agar bisa bersaing yakni harus tetap ramah, jujur dengan customer, dan memastikan barang yang diproduksi harus sama dengan yang ditawarkan di foto,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lebaran, parcel

Editor : Saeno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top