WISATA LEBARAN: Fasilitas Publik di Way Kambas Tak Memadai

Sejumlah pengunjung Taman Nasional Way Kambas, Lampung mengeluhkan kondisi toilet yang tersedia dan kurangnya sejumlah fasilitas umum lainnya
Tim Susur Jawa Sumatra 2015
Tim Susur Jawa Sumatra 2015 - Bisnis.com 19 Juli 2015  |  17:34 WIB
Ilustrasu - JIBI/Istimewa

Bisnis.com, LAMPUNG TIMUR- Sejumlah pengunjung Taman Nasional Way Kambas, Lampung mengeluhkan kondisi toilet yang tersedia dan kurangnya sejumlah fasilitas umum lainnya.

Apalagi saat banyak pengunjung, seperti H+2  Lebaran, Minggu, (19/7/2015). Ketika banyak pengunjung datang melihat gajah, fasilitas dua kamar toilet umum tidak memadai.

Air bersih tidak tersedia di dalam ember dan  kondisi kloset yang kotor.

"Duh, namanya taman nasional, tapi toiletnya lebih bagus di pasar," keluh ibu itu.

Seorang pengunjung lain tampak ke luar terburu-buru dari toilet, sambil menutup hidungnya.

Selain toilet, Taman Nasional Way Kambas yang biasa disingkat TNWK itu tidak memiliki cukup banyak tempat sampah. Tempat sampah hanya ada di beberapa titik. Alhasil, pengunjung yang mencari tempat sampah di areanya berdiri, membuang sampah begitu saja ke tanah.

Bangku taman juga tidak ada. Pengunjung akhirnya duduk di atas tanah beralaskan koran atau tikar. Sebagian lagi memilih duduk di pinggir kolam mandi gajah.

Papan informasi pun tiada. Pengunjung pada akhirnya hanya melihat gajah, tapi tidak punya pengetahuan soal gajah. Padahal, sebagai pusat konservasi gajah sekaligus taman nasional tertua di Indonesia, TNWK bisa jadi tempat menggali pengetahuan soal gajah.

Tak hanya itu, taman nasional tidak memiliki jalur jalan kaki. Pengunjung bebas berjalan dan menginjak rumput. Bahkan, karena tidak ada jalur jalan kaki, area yang seharusnya untuk berjalan digunakan sebagai tempat duduk.

Liputan Lebaran Jawa-Sumatra 2015 bekerja sama dengan Nissan Motor Indonesia.

Tim susur: M. Abdi Amna, David Eka Issetiabudi, Gloria N. Dolorosa, Akhirul Anwar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wisata lebaran

Editor : Linda Teti Silitonga
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top