MUDIK LEBARAN: Lebih dari 800.000 Perantau Minang Pulang Kampung

Pemerintah Provinsi Sumatra Barat mencatatkan sedikitnya 800.000 perantau asal Minangkabau yang tersebar di berbagai kota di Tanah Air dan mancanegara mudik Lebaran tahun ini.
Heri Faisal
Heri Faisal - Bisnis.com 27 Juli 2015  |  00:32 WIB
Jam Gadang, Bukittinggi, salah satu ikon Sumatra Barat.

Bisnis.com, PADANG—Pemerintah Provinsi Sumatra Barat mencatatkan sedikitnya 800.000 perantau asal Minangkabau yang tersebar di berbagai kota di Tanah Air dan mancanegara mudik Lebaran tahun ini.

Kepala Biro Administrasi Pembangunan dan Kerjasama Rantau Sumbar Muhammad Yani mengatakan jumlah itu mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu yang mencapai satu juta perantau.

“Kondisi ekonomi menyebabkan perantau tidak banyak yang pulang. Padahal, kehadiran perantau di kampung halaman sangat berperan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dengan meningkatnya uang beredar,” katanya, Minggu (26/7/2015).

Dia menyebutkan berkaca dari pengalaman Lebaran tahun-tahun sebelumnya, kehadiran perantau mampu mendongkrak perekonomian dengan meningkatnya jumlah uang beredar.

Yani tidak memiliki angka pasti berapa uang beredar yang dibawa para perantau ke daerah itu, namun dugaannya dalam nominal ratusan miliar. Sebab, dengan asumsi satu orang membelanjakan Rp1 juta saja, maka uang beredar dari 800.000 orang mencapai Rp800 miliar.

Sesuai tradisi, perantau yang pulang kampung biasanya memberikan uang kepada sanak saudara sebagai tanda Lebaran.

Selain itu, banyak juga perantau yang membayarkan zakat harta dan wakaf uang di kampung halaman, membantu membangun fasilitas publik, berbelanja serta mengunjungi objek wisata.  

Adapun, perkiraannya jumlah perantau etnis Minangkabau yang merupakan suku asli Sumatra Barat di seluruh dunia mencapai angka 11 juta jiwa. Para perantau tersebut umumnya tergabung dalam 80-an organisasi perantau yang didata pemda setempat.

Dia mengharapkan jumlah perantau yang mudik untuk Lebaran tahun berikutnya lebih meningkat, sehingga ikut berperan menopang pertumbuhan ekonomi daerah.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Mudik Lebaran, minang, Mudik Lebaran 2015

Editor : Setyardi Widodo
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top