Jalur Selatan Jabar Siap Dilalui Pemudik Lebaran 2016

Jalur selatan Jawa Barat dari wilayah Bandung-Malangbong Garut-Tasikmalaya-Ciamis-Banjar cukup mulus dan siap dilintasi pemudik Lebaran 2016.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 Juni 2016  |  15:00 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, BANDUNG - Para pemudik yang akan berlebaran di kampung halaman boleh memilih jalur selatan Jabar sebagai pilihan. 

Jalur selatan Jawa Barat dari wilayah Bandung-Malangbong Garut-Tasikmalaya-Ciamis-Banjar cukup mulus dan siap dilintasi pemudik Lebaran 2016.

"Jalur cukup mulus, nyaris tidak ada lubang yang membahayakan pengguna jalan, khususnya bagi pengendara sepeda motor," kata Yudia, 45, pemotor asal Cilacap, Jawa Tengah yang ditemui di jalan raya kawasan Bojong Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis, Kamis (16/6/2016).

Pengendara sepeda motor matik yang berada dalam perjalanan dari Bandung ke kampung halamannya di Cilacap itu mengaku cukup nyaman berkendara.

Meski demikian di beberapa titik di kawasan Kabupaten Garut terdapat sejumlah jalan yang bergelombang dan retak yang cukup terasa oleh para pengendara sepeda motor.

"Ada beberapa jalan yang tidak rata, bekas perbaikan yang ditimbunkan. Bagi pengguna mobil tidak masalah, tapi bagi pengendara sedikit mengganggu," katanya.

Ia menyebutkan lokasi itu antara lain seusai Sasak Beusi Kecamatan Limbangan, kemudian sebelum jalur Malangbong.

"Tapi hanya sedikit. Secara umum saya nyaris tidak menemukan lubang di jalan," kata Yudia.

Jalur selatan merupakan jalur utama arus mudik dan milir (menghilir) lebaran setiap tahunnya. Jalur itu akan dilintasi pemudik kendaraan roda empat maupun sepeda motor.

Berdasarkan pantauan di jalur selatan dari Bandung - Tasikmalaya - hingga perbatasan Jabar dan Jateng, kondisi jalannya cukup prima.

Hingga hari kesebelas Bulan Ramadan, di jalur itu sudah tidak ada lagi pengerjaan jalan atau perbaikan jalan. Kendati demikian, antrean di tanjakan Malangbong maupun Lewo Ciawi masih terjadi, namun itu terjadi akibat kendaraan truk besar yang sarat muatan.

"Sendatan saat ini hanya dari perjalanan truk besar yang jalan pelan, khususnya di tanjakan. Tapi pada lebaran nanti kan biasanya tidak ada truk yang beroperasi, mudah-mudahan lancar," kata Ferry Firmansyah, pemotor asal Pangandaran.

Baik Ferry maupun Yudia pulang kampung dulu untuk menengok orangtuanya, kemudian akan kembali lagi ke kota rantaunya.

"Menengok keluarga, sekalian juga menjajal jalur agar saat mudik nanti saya sudah tahu kondisinya sehingga bisa berhati-hati," kata Ferry.

Hampir sepanjang jalur mudik itu dilengkapi cat putih di tengah jalan dengan kondisi yang masih bagus sehingga memandu para pengguna jalan di jalur masing-masing.

Terutama pada malam hari, cat pembatas jalan itu cukup membantu pengendara karena warna putih bisa memberi pantulan bagi pengendara.

Selain kondisi jalan yang sudah prima, di sepanjang jalur selatan itu masih sama seperti tahun sebelumnya. Tidak ada perubahan atau pelebaran jalan, kecuali di beberapa tikungan seperti di kawasan Malangbong dilakukan pelebaran ke sebelah kiri dengan menggunakan beton sehingga tikungan lebih luas.

"Ya ada pembetonan di beberapa tikungan di kawasan Malangbong, dan itu sangat membantu karena tikungan jadi lebih lebar," kata Ferry.

Sedangkan penerangan jalan, di beberapa lokasi cukup benderang seperti di turunan Malangbong lampu terpasang di beberapa tikungan sehingga membantu para pengendara. Selain itu kehadiran warga yang memandu kendaraan besar di tanjakan Lewo juga semakin disiplin dan taktis dalam memberikan panduannya.

"Kehadiran mereka sangat perlu, terutama untuk memandu kendaraan besar. Tak hanya truk tapi bus juga agar tidak memakan jalan bagi kendaraan di depannya," kata Ferry.

Sementara itu lokasi peristirahatan di jalur selatan tidak ada masalah, karena di sepanjang jalur itu banyak rumah makan dan mesjid yang menyediakan lahan parkir yang luas dan bisa menjadi lokasi istirahat bagi pemudik.

Namun demikian, bukan tanpa kendala. Beberapa titik kemacetan seperti Terminal Limbangan, Pasar Lewo Garut, Terminal Malangbong masih tetap menjadi titik rawan kepadatan arus lalu lintas pada saat Lebaran nanti, khususnya pada jam-jam pasar.

"Di titik rawan itu tidak ada pelebaran jalan, dan menjadi titik yang menjadi fokus perhatian pengamanan jalur," kata Sofian, salah seorang Polantas di Limbangan Garut.

Selain jalur selatan, pemudik juga bisa menggunakan jalur alternatif Bandung - Nagreg - Garut - Tasikmalaya - Ciamis.

Meski jalur itu lebih jauh, kondisinya cukup bagus dan siap dilintasi pemudik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jalur mudik

Sumber : Antara

Editor : Saeno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top