Bank Syariah Mandiri Gelar Mudik Bersama Disabilitas

Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1437 H/2016, PT Bank Syariah Mandiri (BSM) bekerja sama dengan Laznas BSM kembali menggelar program mudik bersama. Untuk program yang ke-6 ini, BSM menyertakan penyandang disabilitas mudik bersama keluarga karyawan BSM.
Ihda Fadila
Ihda Fadila - Bisnis.com 30 Juni 2016  |  16:10 WIB
Armada bus. - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA—Menyambut Hari Raya Idulfitri 1437 H/2016, PT Bank Syariah Mandiri (BSM) bekerja sama dengan Laznas BSM kembali menggelar program mudik bersama. Untuk program yang ke-6 ini, BSM menyertakan penyandang disabilitas mudik bersama keluarga karyawan BSM.

Direktur Technology and Operation BSM Fahmi Ridho mengatakan keikutsertaan penyandang disabilitas dalam program mudik berkah BSM merupakan pilot project BSM.

“Mudik BSM tahun ini memang sedikit berbeda karena untuk pertama kalinya BSM bersinergi Satuan Tugas Perlindungan Anak (Satgas PA) memfasilitasi penyandang disabilitas mudik ke kampung halaman,” ujarnya melalui keterangan resmi, Kamis (30/6/2016).

Peserta program Mudik Berkah 2016 adalah pegawai pelaksana, pegawai dasar (office boy, security, dan petugas kebersihan) beserta keluarga di kantor pusat dan kantor cabang BSM di Jabodetabek, beserta para pedagang kecil yang berjualan di sekitar kantor pusat BSM.

Program mudik tersebut telah berjalan lima tahun berturut-turut dengan peserta lebih dari 1.000 orang setiap tahun. Pada tahun lalu, BSM tidak memiliki mitra dan kompetensi memberangkatkan penyandang disabilitas.

“Tahun ini kami memulai pilot project karena idenya sudah ada sejak tahun lalu,’’ kata Direktur Distribution and Service BSM Edwin Dwidjajanto.

Gagasan ini kemudian bertemu dengan Satgas Perlindungan Anak yang telah beberapa tahun menggelar kampanye mudik ramah anak dan disabilitas. Ilma Novri Yanti dari Satgas Perlindungan Anak mengatakan penyandang disabilitas itu mandiri. Mereka hanya butuh aksesibilitas.

“Kendala tersebut mengakibatkan banyak penyandang disabilitas tidak bisa mudik ke kampung halaman setiap Idul Fitri,” ujarnya.

Aksesibilitas yang dimaksud adalah kemudahan, kegunaan, keselamatan, dan kemandirian yang masih belum tersedia pada fasilitas-fasilitas umum, seperti stasiun, terminal, pelabuhan, jalan, serta alat dan jenis transportasinya.

Untuk tahun pertama ini tercatat 9 orang dari warga disabilitas dan keluarganya mendaftar mudik berkah BSM. “Yang mendaftar masih beberapa, hanya kami masih harus belajar bagaimana mereka saat di perjalanan dan di tempat tujuan nanti, apakah perlu pendamping dll,” kata Edwin.

BSM menyediakan 25 bus dengan tujuan kota-kota besar di pulau Jawa dengan target peserta mudik kurang lebih 1.200 peserta, termasuk di dalamnya penyandang disabilitas.

Mengakomodir kebutuhan tersebut, Agus Sudiarto, Direktur Utama Bank Syariah Mandiri, spontanitas memberikan komitmen untuk menyediakan mobil akses (mobil khusus) disabilitas milik Kementerian Sosial.

Dengan demikian, penyandang disabilitas pengguna kursi roda yang sebelumnya tidak dapat mudik, dalam program ini tetap bisa pulang sampai tiba ke kampung halamannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank syariah, mudik

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top