Ibadah Puasa Sarana Pendidikan Kesabaran Jiwa

Puasa memiliki peran yang sangat penting dalam melatih kesabaran sesorang yang melaksanakan ibadah tersebut dengan baik dan benar.
Nurudin Abdullah
Nurudin Abdullah - Bisnis.com 30 Juni 2016  |  17:21 WIB
Ilustrasi - Reuters/Adrees Latif

Bisnis.com, TANGSEL- Puasa memiliki peran yang sangat penting dalam melatih kesabaran sesorang yang melaksanakan ibadah tersebut dengan baik dan benar.

Abdul Mujib, Dekan Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, mengatakan ibadah puasa dengan baik dan benar merupakan pendidikan kesabaran jiwa.

“Pendidikan kesabaran jiwa ini hendaknya dimanfaatkan umat muslim untuk dipraktikkan selama menjalani puasa agar terbentuk pribadi yang lebih tenang, sabar, dan tawadhu dalam mencapai tujuan kehidupan,” katanya dalam sambutan kuliah Ramadan di kampus UIN Jakarta, Kamis (30/6/2016).

Menurutnya, berpuasa berarti menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa dan berbuka puasa diibaratkan sebagai tanda pencapaian seseorang yang berhasil setelah sehari bersabar menahan dari segala yang membatalkan puasanya.

Tidak jauh berbeda dengan hari raya Idulfitri, lanjutnya, dibutuhkan kesabaran selama 30 hari menanti dengan berpuasa dari makan dan minum serta hal-hal yang membatalkan puasa, sampai pada akhirnya bertemu dengan hari raya tersebut.

Dia, dalam situs resmi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menjelaskan dengan bersabar seseorang dapat mendapatkan hal yang luar biasa seperti ilmu laduni yang seharusnya didapat Nabi Musa ketika mampu bersabar.

Dalam kisahnya, imbuhnya, Nabi Musa akan mendapatkan ilmu laduni ketika dia mampu bersabar dalam proses pembelajaran dan mematuhi perintah dan larangan yang telah disepakati sebelumnya bersama Nabi Khidir.

“Sebab, kesabaran tidak serta merta hadir dalam diri individu, karena diperlukan latihan untuk membiasakan diri tetap tenang dalam kesabaran. Puasa memiliki peran yang sangat penting dalam melatih kesabaran kita,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Puasa, UIN Jakarta

Editor : Saeno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top