Mendekatkan Ilmu Agama Lewat Pesantren Kilat

Momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat bagi kaum muslimin untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Ramdha Mawaddha
Ramdha Mawaddha - Bisnis.com 09 Juni 2017  |  20:09 WIB
Pesantren kilat saat Ramadan - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -  Momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat bagi kaum muslimin untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, Allah SWT. Tak terkecuali pada anak-anak, momen Ramadan, yang biasanya bertepatan dengan liburan, banyak dimanfaatkan untuk menambah ilmu agama lewat pesantren kilat.

Sajak dahulu, pesantren kilat menjadi wadah bagi masyarakat untuk menambah ilmu agama. Tak hanya bermuatan ibadah dan Alquran, belakangan banyak penyelenggara yang memberikan manfaat lebih bagi para peserta.

Salah satunya program Pesantren Kilat Sains yang dilaksanakan oleh Planet Sabuga, Bandung pada 18-20 Juni 2017. Mengangkat tema Islamic Young Entrepreneur, peserta yang terdiri dari siswa SD dan SMP tak hanya menimba ilmu agama, tapi juga dapat mengenal tata cara berwirausaha Rasulullah SAW.

Manajer Program Pesantren Kilat Sains, Fitria Yulianti, mengatakan tema tersebut dipilih, karena diketahui tak banyak anak muslim yang ingin bercita-cita menjadi wirausahawan. Sebagian besar dari mereka bercita-cita bekerja di kantor dan berseragam rapi.

“Kami coba buat kegiatan yang endingnya nanti mereka tahu bagaimana akhlak berdagang yang dicontohkan  oleh Rasul  itu bisa banyak dampak positifnya buat mereka,” katanya.

Tak hanya itu, selama tiga hari pelaksanan kegiatan, anak-anak akan menerima banyak pembelajaran lain. Seperti belajar menulis Alquran dengan mentode follow the line.

“Jadi sudah ada template yang harus mereka ikuti untuk membantu mereka untuk mengenalkan mereka pola yang baik untuk menulis huruf hijaiyah,” tuturnya.

Selain itu, anak-anak juga akan menghapal Alquran dengan metode isyarat. Metode ini, katanya adalah pendekatan baru yang akan memudahkan anak-anak menghapal Alquran dengan isyarat tangan.

Sambil menghapalkan ayat Alquran dalam Bahasa Arab, anak-akan menerjmahkannya dengan gerakan tangan sehingga mudah diingat.

“Kan biasanya anak itu agak sulit kalau berdiam lama membaca Alquran, jadi kami coba memberi pendekatan yang berbeda,” jelasnya.

Untuk menunjang aktivitas tersebut, anak juga dibekali buku harian yang berisi aktivitas selama mengikuti pesantren. Buku ini telah dirancang dengan sitematis agar anak-anak dapat melengkapi seluruh aktivitasnya, sehingga dapat dipantau oleh orang tua.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Ramadan

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top