OPERASI RAMADNYA : Lebih 170 Ribu Personel TNI-Polri Amankan Lebaran

Menjelang Hari Raya Idulfitri yang jatuh pada akhir bulan ini, hari ini, Senin (19/6/2017) pagi Polri menggelang Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat 'Ramadnya [baca: ramadania] 2017' di lapangan silang Monumen Nasional, Jakarta Pusat.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 19 Juni 2017  |  10:06 WIB
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kedua kanan) bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan (kedua kiri) dan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto (kanan) memberikan keterangan kepada awak media ketika meninjau lokasi ledakan bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, Jumat (26/5). - Antara

Kabar24.com, JAKARTA -- Menjelang Hari Raya Idulfitri yang jatuh pada akhir bulan ini, hari ini, Senin (19/6/2017) pagi Polri menggelang Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat 'Ramadnya [baca: ramadania] 2017' di lapangan silang Monumen Nasional, Jakarta Pusat.

Apel yang dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, dan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi M Iriawan tersebut diikuti oleh sekitar ribuan personel gabungan dari TNI juga Polri.

Untuk menjaga keamanan jelang dan selama hari raya Lebaran nanti, ratusan ribu personel telah siap diturunkan baik dari Polri dan TNI.

"Lebih dari 170 ribu personel gabungan TNI-Polri di seluruh Indonesia dan 6000 personel untuk pengamanan di Jakarta," kata Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto, Senin (19/6/2017).

Sejumlah tindakan melanggar hukum yang akan menjadi fokus operasi Ramadnya nanti antara lain teroris, pencurian dengan kekerasan atas nasabah, sweeping ormas,kecelakaan akibat penggunaan mercon atau petasan, kecelakaan lalu lintas kereta, kemacetan, pembagian zakat dan lainnya.

Dalam apel ini, Tito bertindak sebagai inspektur upacara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Ramadan

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top