Penukaran Uang di Medan, Pecahan Rp5.000 Paling Diminati

Uang pecahan Rp5.000 emisi 2016 paling banyak diminati warga di Kota Medan, Sumatra Utara. Warga membanjiri lokasi penukaran uang pecahan kecil (UPK) untuk kebutuhan Idulfitri.
Ilustrasi penukaran uang menjelang Lebaran - Antara/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, MEDAN -- Uang pecahan Rp5.000 emisi 2016 paling banyak diminati warga di Kota Medan, Sumatra Utara. Warga membanjiri lokasi penukaran uang pecahan kecil (UPK) untuk kebutuhan Idulfitri.

Hingga Senin (19/6/2017), salah satu lokasi penukaran UPK, yakni Lapangan Benteng, Kota Medan, dipadati masyarakat yang ingin menukarkan uang baru.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatra Utara, Arief Budi Santoso mengatakan, realisasi penukaran uang baru oleh masyarakat di Lapangan Benteng, pasar tradisional dan instansi mencapai Rp25,2 miliar. BI menyediakan pecahan Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000 dan Rp2.000.

"Banyak masyarakat yang menukarkan pecahan Rp5.000. Bahkan untuk emisi 2016 stoknya sudah habis di kantor Perwakilan BI. Untuk mengantisipasi banyaknya permintaan, kami menyiapkan uang pecahan Rp5.000 emisi 2001," kata Arief, usai memantau aktivitas penukaran UPK dan pasar murah di Lapangan Benteng Medan, hari ini.

Arief menjelaskan, dari total capaian penukaran UPK Rp25,2 miliar, penukaran di Lapangan Benteng yang dimulai 29 Mei sampai 16 Juni 2017 mencapai Rp22,94 miliar dengan 11.626 orang penukar.

Sementara itu, penukaran UPK di delapan pasar tradisional yang dimulai 5 Juni sampai 15 Juni mencapai Rp1,6 miliar. Adapun penukaran di instansi Rp694.300 juta dan website Rp340 juta dengan 66 penukar.

BI bekerjasama dengan 17 bank yang membuka 76 loket penukaran bank. Ke-17 bank tersebut yakni Bank Mestika, Bank BCA, Bank Mandiri, Bank Sumut, Bank BNI, Bank Mega, dan Bank BTN.

Selain itu, Bank BRI, Bank Permata, Bank OCBC NISP, Bank Danamon, Bank CIMB Niaga, Bank Mandiri Syariah, Bank BRI Syariah, Bank BNI Syariah, Bank Maybank dan Bank Muamalat.

"Realisasi penarikan oleh bank umum ke BI hingga hari inisudah mencapai Rp3,3 triliun. Kami berharap adanya kerjasama dengan bank-bank dan instansi terkait ini dapat meningkatkan layanan kami kepada masyarakat,”tambah Arief.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tukar uang

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top