Kendaraan Penumpang Bukan Pengangkut Barang

Kendaraan pribadi (mobil penumpang) tidak seharusnya digunakan sebagai angkutan barang, melainkan angkutan orang.
Pemudik Idulfitri 2017 menempatkan barang di atas kendaraannya - Bisnis.com

Bisnis.com, SEMARANG - Kendaraan pribadi (mobil penumpang) tidak seharusnya digunakan sebagai angkutan barang, melainkan angkutan orang.

Sepanjang pengamatan Tim Bisnis Indonesia Liputan Lebaran: Jelajah Jawa-Bali (LL-JJB) 2017, tidak sedikit pemudik yang yang membawa barang di atas atap kendaraan. Berbagai teknik mengikat barang, hingga membungkusnya dengan terpal menjadi pilihan.

Sayang, dalam perjalanan dari Jakarta - Semarang, Tim LL JJB menemukan satu kendaraan penumpang jenis MVP, harus menepi karena barang bawaannya tercecer di ruas jalan tol Jakarta - Cikampek.

Selain mengenai risiko keselamatan, para pemudik harus tahu bahwa larangan membawa barang pada kendaraan penumpang sudah diatur oleh hukum.

Dalam Pasal 307 UU LLAJ, disebutkan pengemudi dan/atau perusahaan angkutan umum barang wajib mematuhi ketentuan mengenai tata cara pemuatan, daya angkut, dimensi kendaraan, dan kelas jalan.

Selain itu, untuk mengawasi pemenuhan terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud, dilakukan pengawasan muatan angkutan barang.

Selanjutnya, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor angkutan umum barang yang tidak mematuhi ketentuan mengenai tata cara pemuatan, daya angkut, dimensi kendaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 169 ayat (1) dipidana dengan kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp500.000.

Tim peliput: Agne Yasa, David Eka Issetiabudi, Feri Kristianto, dan Yanita Petriella.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
arus mudik, Tim Jelajah

Sumber : Tim Jelajah

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top