MUDIK LEBARAN 2017 : Jalur Mudik Purwokerto - Yogyakarta Lengang

alur selatan sepanjang Purwokerto menuju Yogyakarta terpantau sepi dari truk pengangkut barang mengingat aturan pembatasan operasional mobil barang pada masa mudik lebaran, mulai berlaku hari ini, Rabu (21/6/2017) atau H-4.
Pekerja memasang lampu penerangan jalan di jalur selatan kawasan Dayeuhluhur, Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (30/5). Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub memasang sekitar 400 lampu penerangan jalan di jalur selatan perbatasan Jawa Barat dengan Jawa Tengah yang tidak memiliki penerangan jalan untuk kesiapan arus mudik Lebaran 2017. ANTARA FOTO - Hafidz Mubarak

Bisnis.com, BANYUMAS -- Jalur selatan sepanjang Purwokerto menuju Yogyakarta terpantau sepi dari truk pengangkut barang mengingat aturan pembatasan operasional mobil barang pada masa mudik Lebaran, mulai berlaku hari ini, Rabu (21/6/2017) atau H-4.

Tidak hanya sepi dari truk, arus lalu-lintas di jalur selatan sejak malam Selasa (20/6/2017) atau H-5 hingga pagi hari pukul 10.00 WIB, Rabu (21/6/2017) atau H-4, terpantau lancar.

Berdasarkan pantauan tim Bisnis Indonesia Liputan Lebaran: Jelajah Jawa—Bali (LL-JJB) 2017, pemudik dari arah barat belum banyak. Begitu pula dengan kendaraan umum seperti bus.

Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan J. A. Barata mengatakan sesuai Peraturan Menteri Perhubungan dan Surat Keputusan Dirjen Perhubungan tahun 2017, pembatasan operasional ketiga jenis mobil barang tersebut diberlakukan mulai 21 Juni 2017 atau H-4 pukul 00.00 WIB, sampai dengan 29 Juni 2017 atau H+3 pukul 24.00 WIB.

Barata mengatakan, Ditjen Perhubungan Darat melalui satuan kerja di daerah, telah memasang rambu-rambu pembatasan operasional mobil barang pada seluruh jalan nasional dan tol di pulau Jawa.

"Kami juga telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan penegakan aturannya. Pihak kepolisian berwenang untuk memberikan diskresi atau membolehkan truk tersebut untuk melintas, jika kondisi lalu lintas di jalur tersebut tidak mengalami kemacetan," tambah Barata.

Sementara, untuk pembatasan operasional mobil barang pengangkut bahan galian atau tambang seperti : pasir, tanah, batu, dan batubara, telah diberlakukan mulai 18 Juni 2017 atau H-7 pukul 00.00 WIB, sampai dengan 3 Juli 2017 atau H+7 pukul 24.00 WIB. Pembatasan tersebut berlaku di seluruh jalan nasional, dan jalan tol di pulau Jawa dan Provinsi Lampung.

*Mobil Barang Pengangkut BBM, Sembako, dan Sepeda Motor Mudik Gratis Dikecualikan," ujarnya.

Aturan pembatasan operasional mobil barang tersebut tidak berlaku bagi mobil barang pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM), Bahan Bakar Gas (BBG), ternak, hantaran pos, sembako (beras, sagu, jagung, gula pasir, sayur, buah-buahan, daging, ikan, minyak goreng, margarin, susu, telur, garam), dan mobil barang pengangkut sepeda motor mudik gratis lebaran.

"Mobil barang yang dikecualikan tersebut harus dilengkapi dengan surat muatan yang berisi keterangan mengenai, jenis barang yang diangkut, tujuan pengiriman barang, serta nama dan alamat pemilik barang. Surat tersebut ditempelkan pada kaca depan sebelah kiri," terang Barata.

Tim Peliput Jalur Selatan: Hadijah Alaydrus, Wike D. Herlinda, Ashari Purwo, Gemal Abdel Nasser

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mudik lebaran

Sumber : Tim Jelajah

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup