Urai Kepadatan di Adisucipto, AirNav Jogja Berharap Kulon Progo

AirNav Indonesia Distrik Yogyakarta berharap rencana pembukaan bandara di Kulon Progo pada 2019 akan mengatasi masalah keterbatasan kapasitas di tengah lonjakan penumpang yang selama ini terjadi di Bandara Internasional Adisucipto.nn
Ilustrasi - Antara/Budi Candra Setya

Bisnis.com, YOGYAKARTA—AirNav Indonesia Distrik Yogyakarta berharap rencana pembukaan bandara di Kulon Progo pada 2019 akan mengatasi masalah keterbatasan kapasitas di tengah lonjakan penumpang yang selama ini terjadi di Bandara Internasional Adisucipto.

 

District Manager AirNav Jogja Nono Sunariyadi mengatakan saat ini Bandara Adisucipto sangat terkendala masalah lahan dan lokasi yang berada di tengah kota, sehingga menyulitkan ekspansi jadwal penerbangan untuk rute-rute internasional.

 

"Landas pacu di Adisucipto panjangnya hanya 2.200 meter, dan itu tidak memadai untuk digunakan oleh pesawat-pesawat internasional berbadan lebar. Kapasitas landas pacu yang sekarang hanya bisa digunakan untuk 17 pesawat, meski kondisi riilnya bisa mencapai antara 20 hingga 24 pesawat," ungkapnya saat ditemui tim Bisnis Indonesia Liputan Lebaran: Jelajah Jawa—Bali (LL-JJB) 2017, Rabu (21/6/2017).

 

Adapun, jumlah pergerakan pesawat di Bandara Adisucipto mencakup 160 pesawat komersial dan 58 pesawat pelatihan militer. Pesawat-pesawat komersial tersebut harus 'berbagi lahan' dengan pesawat pelatihan militer yang beroperasi mulai pukul 3:00 hingga 24:00.

 

Itulah sebabnya, AirNav Jogja tidak bisa sembarangan menyetujui permintaan tambahan penerbangan komersial ke Bandara Adisucipto. "Karena kami harus menyesuaikan dengan jadwal latihan terbang pesawat militer. Baru setelah tanggal 22 Juni, penerbangan ekstra bisa dimulai sejak pagi."

 

Menurut Nono, dengan kondisi seperti itu, Bandara Adisucipto sudah kurang memadai untuk dijadikan tumpuan penerbangan dari dan menuju Jogja dan sekitarnya. Apalagi, saat ini jumlah warga di berbagai kabupaten DIY yang lebih memilih transportasi udara untuk bepergian kian meningkat.

 

"Solusinya adalah dengan mengalihkan penerbangan komersial di Adisucipto ke Kulon Progo. Secara luas lahan, Kulon Progo sangat memadai untuk dijadikan bandara internasional. Perbandingannya, di Adisucipto hanya ada 8 tempat parkir pesawat, sedangkan di Kulon Progo ada 33 tempat parkir."

 

 

(Tim LL-JJB jalur selatan: Wike D. Herlinda, Hadijah Alaydrus, Ashari Purwo, Gemal Abdel Nasser)

 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mudik lebaran, AirNav

Sumber : Tim Jelajah

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup