HARI RAYA LEBARAN: Adakah Kemungkinan Perbedaan Tanggal Idulfitri 2017? Ini Penjelasannya

Jauh hari sebelumnya, Muhammadiyah yang memegang teguh metode perhitungan hisab haqiqi wujudul hilal, telah menetapkan 1 Ramadan 1438 Hijriyah jatuh pada Sabtu 27 Mei 2017 dan 1 Syawal 1438 Hijriyah pada Ahad, 25 Juni 2017.
Petugas melakukan rukyatul hilal di kawasan Pantai Parangtritis, Bantul, Yogyakarta - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Umat muslim di Tanah Air sudah memasuki hari ke-27 berpuasa Ramadan, tidak terasa akan menyelesaikannya dalam 2-3 hari ke depan.

Pemerintah akan memutuskan berakhirnya puasa Ramadan dan memasuki 1 Syawal 1438 Hijriyah, pertanda tibanya Hari Raya Idulfitri, dalam sebuah sidang penetapan atau itsbat.

Jauh hari sebelumnya, Muhammadiyah yang memegang teguh metode perhitungan hisab haqiqi wujudul hilal, telah menetapkan 1 Ramadan 1438 Hijriyah jatuh pada Sabtu 27 Mei 2017 dan 1 Syawal 1438 Hijriyah pada Ahad, 25 Juni 2017.

Menurut Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Nadjib Hamid, sebagaimana dikutip dari laman pwmu.co, ijtimak jelang Syawal 1438 H terjadi pada Sabtu 24 Juni pukul 09:33:12 WIB.

"Tinggi Bulan pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta adalah 03 derajat 46’ 31’. Artinya, hilal sudah wujud dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat terbenam Matahari, posisi rembulan (Bulan) sudah berada di atas ufuk. Sehingga 1 Syawal 1438 H atau yang lebih dikenal dengan Lebaran Idulfitri jatuh pada Ahad, 25 Juni 2017,” tegasnya.

Meski demikian, papar Nadjib, tidak tertutup kemungkinan terjadi perbedaan hari dan tanggal Idulfitri terutama bagi kalangan yang menggunakan metode rukyah murni karena posisi hilal saat matahari terbenam pada 24 Juni berada di angka 3 yang mungkin sulit untuk dirukyah secara kasat mata.

"Tapi berdasarkan metode imkanur rukyat bahwa jika posisi hilal sudah berada di atas 2 derajat, maka sudah dinilai masuk bulan baru," terang Nadjib.

Lebaran 25 atau 26 Juni?

Periode puasa bulan Ramadan di tahun ini diperkirakan hanya mencapai 29 hari bagi para kaum Muslim di Arab Saudi dan 33 negara lainnya yang telah mengawali bulan Ramadhan pada 27 Mei lalu.

Namun, jika bulan belum terlihat maka periode puasa mencapai 30 hari sehingga bisa dipastikan hari pertama Lebaran akan jatuh pada 26 Juni.

Menurut situs aljazeera, para astronom memproyeksikan bahwa munculnya bulan baru akan berlangsung pada hari Sabtu 24 Juni.

Meski demikian, tingkat keterlihatan bulan sabit bergantung pada lokasi penglihatan dan kondisi meteorologi.

Nah, kita tunggu saja keputusan sidang Itsbat.

 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
idulfitri

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup