Libur Lebaran, Tingkat Isian Hotel di Solo Melonjak

Sejumlah hotel di Solo dipenuhi oleh tamu seiring dengan momentum libur panjang Lebaran.
Resepsionis hotel sedang melayani calon konsumen. - Ilustrasi/Bisnis/Amri Nur Rahmat

Bisnis.com, SOLO -- Sejumlah hotel di Solo dipenuhi oleh tamu seiring dengan momentum libur panjang Lebaran.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Solo, Abdullah Soewarno, mengatakan sejak Senin (25/6) malam okupansi atau tingkat keterisian kamar di Solo rata-rata pada kisaran 80%-100%.

Momentum libur Lebaran memang selalu berdampak pada meningkatnya keterisian kamar di hotel.

"Kalau hari pertama Lebaran malah masih sepi. Okupansinya sekitar 40%. Beda dengan hari kedua Lebaran. Malam harinya langsung melonjak. Kemarin saja asaya sempat menolak tamu karena kamar hotel saya sudah penuh," katanya, Selasa (27/6).

Rata-rata, para tamu hotel tersebut merupakan pemudik yang ingin sekaligus berwisata di Solo.

Selain itu, pihak hotel biasanya menaikkan harga sewa per kamar selama libur Lebaran. “Tapi enggak terlalu tinggi [kenaikan harga sewa]. Maksimal paling 20%. Hal itu untuk menutup low season selama Lebaran.”

Dia memprediksi okupansi hotel di Solo akan tetap tinggi hingga Jumat (30/6) dengan tingkat keterisian di atas 85%.

Terpisah, Marketing Communications Manager Best Western Premier (BWP) Hotel Solo Baru, Denish Ardhaneswara, mengatakan seluruh kamar di hotel tersebut full booked pada hari kedua Lebaran hingga H+3. Para tamu kebanyakan berasal dari luar kota.

"H+4 sampai H+6 sebanyak 85% kamar di hotel kami, sudah dipesan. Ada potensi full booked lagi mengingat jumlah libur pada Lebaran tahun ini sangat panjang," kata dia.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
libur lebaran

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup