Kaligrafer Libanon Salin Al-Quran Menggunakan Huruf Diwani

Seorang kaligrafer asal Libanon akhirnya menyelesaikan proyeknya setelah 2 tahun menyalin Al-Quran dengan huruf Diwani dengan cara tulis tangan.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 27 Juni 2017  |  16:23 WIB
Pembuatan Alquran akbar, Wonosobo, Jateng./Antara - Anis Efizudin

Bisnis.com BEIRUT – Seorang kaligrafer asal Libanon akhirnya menyelesaikan proyeknya setelah 2 tahun menyalin Al-Quran dengan huruf Diwani dengan cara tulis tangan.

Mahmoud Bayoun (80) meyakini bahwa ini adalah kali pertama seseorang menulis kitab suci Al-Quran dengan huruf Diwani. Ini bukan pekerjaan mudah. Dalam huruf Diwani, setiap surat bisa ditulis dalam enam hingga tujuh versi.

“Saya ingin mengerjakan sesuatu yang belum pernah dilakukan orang lain. Semua huruf sebenarnya bisa dikerjakan dengan komputer, tetapi huruf Diwani tidak. Hal itu karena semua huruf di komputer menggunakan garis horizontal, ssementara Diwani di atas dan di bawah garis horizontal,” katanya seperti dikutip Reuters, Selasa (27/6/2017).

Dalam Quran, setidaknya terdapat 6.300 versi hurus yang kebanyakan ditulis dengan hururf Naskhi agar mudah ditulis dan dibaca.

Sebelumnya, Bayoun telah menyalin Quran sebanyak empat kali dengan gaya tulisan yang lebih sederhana. Bukan otodidak, dia telah mempelajari kaligrafi sejak berumur 14 tahun dan telah menjadi kaligrafer resmi dari Perdana Menteri Libanon.

Dia belum tahu hendak dikemanakan karya terbarunya ini. Namun, yang jelas anak-anaknya yang akan mewarisinya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
al quran

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top