Masjid Istiqlal Jakarta Operasikan Unit Pengumpul Zakat

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meresmikan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Istiqlal, Jakarta untuk menghimpun dana zakat, infak dan sedekah (ZIS) karyawan dan umat muslim yang beribadah di masjid itu.
Nurudin Abdullah
Nurudin Abdullah - Bisnis.com 18 Mei 2018  |  02:45 WIB
Masjid Istiqlal, Jakarta. - Antara/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA-Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meresmikan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Istiqlal, Jakarta untuk menghimpun dana zakat, infak dan sedekah (ZIS) karyawan dan umat muslim yang beribadah di masjid itu.

Ketua Baznas, Bambang Sudibyo, mengatakan salah satu tujuan pembentukan UPZ, termasuk yang ada di Masjid Istiqlal Jakarta diresmikan operasionalnya mulai Kamis (17/5/2018), untuk memudahkan masyarakat menunaikan ZIS.

“Pembentukan UPZ untuk memudahkan masyarakat muslim menunaikan zakat, infak dan sedekah, dengan memilih kanal pembayaran paling mudah dijangkau dalam aktivitasnya sehari-hari mereka,” katanya, Kamis (17/5/2018).

Dia mengemukakan hal itu seusai meresmikan dan menyerahkan Surat Keputusan Baznas tentang pembentukan UPZ kepada Wakil Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI), Bahrul Hayat di masjid negara tersebut.

Menurutnya, pembentukan UPZ di Masjid Istiqlal diharapkan dapat menjadi contoh pengelolaan ZIS di masjid-masjid di seluruh Indonesia, dengan menjadi UPZ di wilayah Baznas masing masing.

Dengan menjadi UPZ, lanjutnya, maka nantinya masjid-masjid tersebut memiliki kewenangan untuk mengeluarkan bukti setor zakat yang dapat menjadi pengurang penghasilan kena pajak.

"Kerja UPZ telah mempunyai standar, sistem dan prosedur sehingga upaya pelayanan mustahik dan penanggulangan kemiskinan melalui zakat, infak dan sedekah bisa lebih terukur," tegasnya.

Bambang juga mengungkapkan UPZ Baznas merupakan satuan organisasi yang dibentuk oleh Badan Amil Zakat dengan tugas mengumpulkan zakat di desa/kelurahan, instansi-instansi pemerintah dan swasta, di dalam dan luar negeri.

“Pendirian UPZ sesuai amanat Undang-Undang No.23 Tahun 2011 dan Peraturan Baznas No.2 Tahun 2016. Kini Baznas telah membentuk 104 UPZ di tingkat pusat, mulai dari Masjid, kementerian dan perusahaan swasta,” ungkapnya.

Sementara itu Wakil Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI), Bahrul Hayat, menyerahkan kepada Baznas dana bantukan untuk mengatasi krisis kemanusiaan Rohingya, sebagai sumbangan para jamaah Masjid Istiqlal, yang totalnya mencapai sebesar Rp216 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kesehatan, masjid istiqlal

Editor : Fajar Sidik
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top