Selalu Mengantuk Saat Puasa? Ini Cara Mengatasinya

Menjaga siklus tidur yang sehat selama Ramadan memang sangat sulit. Apalagi, dengan pola tidur dan makan yang berubah.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 21 Mei 2018  |  13:10 WIB
Mengantuk - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Menjaga siklus tidur yang sehat selama Ramadan memang sangat sulit. Apalagi, dengan pola tidur dan makan yang berubah.

Padahal, menjaga pola tidur sangat penting karena sebagian besar orang tetap terjaga hingga larut dan bangun lebih awal selama bulan puasa.

Mengingat pentingnya tidur untuk tubuh dan pikiran yang sehat, dengan sedikit perhatian dan disiplin, puasa akan secara efektif mengatur pola tidur yang diubah untuk meminimalkan dampak buruk.

“Beberapa orang mencoba melakukan terlalu banyak selama Ramadan. Mereka menghabiskan hari-hari mereka di tempat kerja atau merawat anak-anak dan malamnya mereka ikut dalam kegiatan sosial atau di masjid. Di tengah semua ini, beberapa orang tidak cukup tidur,” kata Dr. Irshaad Ebrahim, seorang peneliti di London Sleep Centre Dubai, seperti dilansir dari Gulfnews.

Sementara itu, Dr. Vishal Pawar, spesialis syaraf di Aster Speciality Clinic, menyatakan kurang tidur tidak hanya memengaruhi perasaan di hari berikutnya. Kondisi itu juga memiliki konsekuensi kesehatan jangka panjang yang menguras kemampuan mental dan menantang kesehatan fisik.

“Kurang tidur yang cukup menyebabkan gangguan memori dan gangguan perhatian, memperburuk kecemasan dan depresi. Kurang tidur juga mengganggu pembelajaran tugas-tugas baru dan menyebabkan gangguan ingatan," tambahnya.

Terlepas dari jadwal selama Ramadan, para ahli menerangkan bahwa otak orang dewasa membutuhkan 7-9 jam tidur di setiap siklus tidur.

“Penting untuk memahami bahwa tidak perlu untuk mendapatkan semua kebutuhan tidur Anda sekaligus. Anda dapat membagi waktu tidur menjadi dua bagian tidur selama Ramadan asalkan jumlah total tidur bertambah hingga 7-9 jam yang Anda butuhkan,” ujar Dr. Ebrahim.

Ukuran sederhana apakah seseorang cukup tidur adalah dengan merasakan bagaimana perasaan seseorang ketika bangun.

“Jika Anda merasa waspada dan berfungsi optimal, maka Anda cukup tidur. Namun, jika merasa lelah, lesu dan mengantuk maka Anda perlu lebih banyak tidur,” lanjutnya.

Di antara kesalahan paling umum yang dilakukan orang selama Ramadan adalah makan makanan berat dan pergi tidur setelahnya, minum banyak kopi, serta tidur siang yang lama. Para ahli merekomendasikan orang-orang tidur setelah tarawih ke waktu sahur, meskipun hanya 3-4 jam.

“Periode malam adalah periode optimal untuk tidur karena ini adalah ketika sekresi melatonin berada pada titik tertinggi dan paling menguntungkan. Untuk, mengejar kebutuhan, tidurlah di antara Ashar dan Maghrib selama 3-4 jam. Dengan menggunakan pola ini, Anda dijamin tidur yang cukup dan sehat,” jelas Dr. Ebrahim.

Adapun tidur siang tidak dapat menggantikan tidur yang tidak memadai di malam hari. Meski demikian, tidur siang pendek selama 20-30 menit dapat membantu meningkatkan suasana hati, kewaspadaan dan kinerja.

Menurunkan porsi makanan sebelum tidur juga sangat penting. Makanan berat, makanan berlemak atau gorengan, hidangan pedas, dan minuman berkarbonasi dapat memicu gangguan pencernaan bagi sebagian orang, dan bisa menyebabkan sakit maag.

Selain itu, 10 menit latihan aerobik, seperti jalan kaki atau bersepeda, dapat secara drastis meningkatkan kualitas tidur malam hari. Untuk tidur malam yang nyenyak, kebanyakan orang harus menghindari latihan berat menjelang tidur. Namun, efek latihan pada malam hari membuat kualitas tidur berbeda pada tiap orang.

Beberapa tip lain yang bisa dilakukan seperti membuat rencana sebelum Ramadan dengan menyesuaikan jadwal sehari-hari, seperti jadwalkan waktu ibadah, temukan tempat yang tenang jauh dari tempat kerja seperti mobil, dan tidur siang selama 20 menit jika diperlukan. Pastikan juga lingkungan tidur tenang dan gelap untuk mendapatkan tidur yang berkualitas tanpa faktor yang mengganggu. dan jika perlu siapkan penyumbat telinga dan penutup mata.

Jangan mengkonsumsi makanan berat, kaya kalori dan kaya gula saat berbuka, karena ini dapat mempengaruhi kualitas tidur. Hindari makanan yang sangat pedas dan makanan yang digoreng.

Hindari pula kopi dan produk yang mengandung kafein karena ada stimulan dan dapat mengganggu tidur. Hindari makanan olahan dan asin yang tinggi sodium karena akan menyebabkan dehidrasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tips puasa bugar

Sumber : Tempo

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top