JELAJAH JAWA BALI 2018: Bekas Longsor Yang Dua Tahun Tidak Diperbaiki

Jalan penghubung antara Ponorogo dan Trenggalek dilakukan sistem buka tutup karena bekas longsoran memakan setengah lajur
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali - Bisnis.com 12 Juni 2018  |  10:52 WIB

Bisnis.com, PONOOROGO - Jalan penghubung antara Ponorogo dan Trenggalek dilakukan sistem buka tutup karena bekas longsoran memakan setengah lajur.

Heriyanto, warga setempat yang menjaga perlintasan buka tutup mengatakan, longsor kerap terjadi di desa pangkal klumpang, jalur perbatasan antara Ponorogo - Trenggalek. Namun sejauh ini belum ada perbaikan infrastruktur seperti pembatas jalan antara jurang dengan jalur.

Penduduk setempat dengan inisiatif membuat sebuah pembatas dari tumpukan karung yang berisi pasir supaya pengendara tidak keluar jalur. Selain itu, karena hanya tersisa satu jalur masyarakat juga membuat sistem buka tutup agar lalu lintas tidak terkunci.

"Longsor ini sudah 2 tahun, tapi Selasa (hari ini) akan ada pelebaran lajur baru yang sudah kami kerjakan selama sebulan. Jadi bisa dua jalur lagi," katanya.

Ketika Tim Jelajah Jawa Bali melewati jalur tersebut, kondisi lalu lintas masih sepi dan terang. Namun jika gelap, Bisnis mengimbau agar pemudik berhati-hati sebab tidak terpantau adanya lampu penerangan jalan.

Penulis naskah: Tim Jelajah Jawa Bali 2018 (Krizia Putri Kinanti, Adam Rumansyah, Pandu Gumilar, M.Richard)

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Mudik Lebaran 2018

Sumber : Tim Jelajah

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top