Mudik Lebaran 2018: Wakil Gubernur Aceh Sidak Terminal

Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah melakukan inspeksi mendadak di Terminal Batoh, Banda Aceh untuk memastikan kelancaran pengangkutan penumpang selama periode mudik.
Abdul Hadi Firsawan
Abdul Hadi Firsawan - Bisnis.com 12 Juni 2018  |  13:07 WIB
Petugas Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendata hasil pemeriksaan setelah dilakukan ramp check keberangkatan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di terminal Tipe A Lhokseumawe, Aceh, Minggu (10/6). Inspeksi persyaratan teknis layak jalan kendaraan itu untuk mengurangi potensi terjadinya kecelakaan sekaligus memberikan pelayanan dan keamanan kepada pemudik. - ANTARA FOTO/Rahmad

Bisnis.com, BANDA ACEH -- Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah melakukan inspeksi mendadak di Terminal Batoh, Banda Aceh untuk memastikan kelancaran pengangkutan penumpang selama periode mudik.

Hasil sidak, pengangkutan penumpang lancar karena tidak terjadi lonjakan penumpang yang signifikan pada periode puncak arus mudik.

Nova mengatakan pemerintah dan swasta terus melakukan perbaikan pada kegiatan mudik untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk kecelakaan. Untuk itu, pekan lalu pihaknya telah melakukan cek urine dan kebanyakan sopir negatif menggunakan narkoba.

"Kami juga melihat kesiapan mobil dari segi kuantitas, semua kursi sudah dipesan dengan rapi dan ada 2 cadangan Damri, 2 mobil cadangan, itu juga sudah terisi kursinya," ujarnya pada sidak Senin (11/6/2018) malam.

Nova melihat penumpang bisa terangkut semua dan tidak ada ketidakpastian keberangkatan. Para penyelenggara jasa transportasi umum pun diharapkan terus memperbaiki kenyamanan transportasi agar pengguna jasa merasa nyaman selama mudik.

Rata-rata per hari selama periode mudik, pemerintah dan pengguna jasa menyediakan 45-50 unit bus per hari untuk mengangkut penumpang. Proses pengangkutan berjalan lancar karena periode libur Lebaran tahun ini cukup panjang sehingga konsentrasi pengangkutan penumpang terpecah dan tidak bertumpuk pada hari-hari tertentu.

"Sejauh ini semuanya berjalan dengan baik. Tidak ada kekagetan sehingga bisa dikendalikan dengan baik," jelas Novanya.

Masyarakat juga diimbau untuk tertib dan para penyedia jasa, baik pemerintah maupun swasta, saling berkoordinasi dan mendukung agar semua orang bisa melakukan perjalanan dengan selamat hingga kampung halaman.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh Junaidi menuturkan jumlah arus pemudik terbesar terjadi pada H-6 Lebaran dan terus menurun mulai H-5.

"Hal ini juga sesuai dengan prediksi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) perihal puncak arus mudik,” sebutnya.

Sampai H-4 Lebaran, kondisi arus mudik baik di terminal, pelabuhan dan bandara dinilai masih dalam batasan wajar dan belum terjadi lonjakan penumpang yang sangat signifikan. Dishub Aceh telah mempersiapkan 3.833 unit angkutan umum darat untuk mengantisipasi penumpang arus mudik dan balik pada Lebaran 2018.

Sementara itu, akhir pekan kemarin, Dishub Aceh bersama sejumlah instansi melakukan ramp check angkutan umum darat. Mereka mengecek kondisi fisik dan administrasi kendaraan seperti ban, lampu, rem, dan perizinan.

Angkutan umum yang sudah memenuhi standar kelayakan jalan akan ditempeli stiker oleh Dishub Aceh.

Kepala Balai Pengelola Perhubungan Darat Aceh Buang Toerasno menyatakan kendaraan yang diperiksa mencakup semua jenis angkutan umum seperti angkutan kota antar provinsi, angkutan kota dalam provinsi, dan angkutan pariwisata. Kegiatan ramp check sudah dilakukan sejak 1 Mei 2018.

"Sudah 352 unit mobil yang sudah di-ramp check. Sejauh ini, hasilnya banyak kendaraan kita yang layak jalannya belum sampai 80%. Mungkin secara teknis mobil-mobil ini bagus tapi secara administrasi seperti perizinan sudah mati atau kadaluarsa," tuturnya.

Pihaknya menyoroti kelayakan teknis, terutama ban. Jika sampai ban depan gundul, maka akan membahayakan penumpang pada kondisi hujan dan ketika di tikungan berpotensi mengalami kecelakaan.

Angkutan umum yang belum memenuhi standar kelayakan secara teknik diminta untuk ke bengkel dan memperbaikinya.

Secara umum, Buang Toerasno menilai kondisi jalan di Aceh cukup bagus. Ada beberapa lintasan di jalur tengah seperti Takengon-Blangkejeren dan lintas barat dari Meulaboh-Tapaktuan yang rawan longsor dan kecelakaan.

Namun pihak Badan Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) bersiap di beberapa titik rawan dengan alat berat untuk mengantisipasi hal tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Mudik Lebaran 2018

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top