PASOKAN LEBARAN 2018: Pemerintah Pantau Harga Daging sapi & Ayam

Kementerian Perdagangan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam akan terus memantau pergerakan harga kebutuhan pokok hingga H-1 Lebaran
Sarma Haratua Siregar
Sarma Haratua Siregar - Bisnis.com 13 Juni 2018  |  12:18 WIB
Pedagang menata daging sapi dagangan di los daging. - .Antara/Galih Pradipta

Bisnis.com, BATAM – Kementerian Perdagangan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam akan terus memantau pergerakan harga kebutuhan pokok hingga H-1 Lebaran.

Kemendag memastikan tak akan ada lonjakan harga hingga detik terakhir jelang Lebaran.

“Kami perlu memastikan harga dan stok tetap terjaga. Masyarakat tak perlu khawatir dengan adanya lonjakan harga,” ujar Kepala Badan Pengkajian Dan Pengembangan Perdagangan (BP3) Kementerian Perdagangan Kasan Muhri, Rabu (13/6/2018).

Kementerian Perdagangan, Disperindag Kota Batam, Bulog dan Satgas Pangan melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di sejumlah pasar di Batam untuk memastikan stabilitas harga pangan jelang Lebaran.

Salah satu yang menjadi fokus utama adalah komditas daging sapi dan ayam. Pasalnya kedua komoditas ini sempat mengalami lonjakan di sejumlah wilayah di Indonesia. Namun untuk Batam, keduanya relatif stabil.

Harga Ayam di Batam berkisar di angka Rp32.000 hingga Rp36.000/ kg. Sementara harga daging sapi impor masih ada di kisaran Rp85.000/ kg. Daging Sapi Segar yang baru tersedia di beberapa hari jelang Lebaran dibanderol dengan harga Rp130.000 hingga Rp 150.000/ kg.

Sementara komoditas lainnya terpantau stabil. Menurut penuturannya, tak ada komoditas yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah. “Baik gula, beras dan minyak goreng masih di bawah HET dan stoknya masih terjaga,” jelasnya.

Komoditas lain seperti bawang putih dijual Rp 20.000/ kg, bawang merah Rp30.000/ kg, cabai rawit ada di kisaran Rp35.000 hingga Rp40.000/ kg, dan cabai merah Rp38.000/ kg. Sementara cabai hijau sempat mengalami kenaikan dari Rp20.000/ kg menjadi Rp35.000/ kg.

Naiknya harga Cabai Hijau diakibatkan naiknya ongkos pengiriman dari Jawa. Selama ini suplai cabai hijau dari Jawa ke Batam dikirim melalui kargo pesawat. Sementara jelang lebaran ongkos kargo pesawat juga ikut naik.

“Pasokan berasal dari Jawa dan Medan. Yang dari Medan aman, tapi dari Jawa yang mengalami kenaikan,” jelasnya.

Selain stabilitas harga, Kementerian Perdagangan juga memastikan stok kebutuhan pokok di Batam aman hingga selesai Lebaran. Warga Batam diimbau tak perlu khawatir kahabisan stok akibat libur lebaran yang cukup panjang tahun ini.

Pihaknya telah menyambangi sejumlah distributor kebutuhan pokok di Batam untuk memastikan ketersediaan stok sampai bulan mendatang. Menurutnya, pihak distributor telah mendistribusikan kebutuhan pokok untuk memenuhi kebutuhan pasar hingga H+7 lebaran.

“Tidak peru khawatir pasar akan kehabisan stok. Kita pastikan pasokan tetap terjaga,” tuturnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Ramadan

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top