MUDIK LEBARAN 2018: Walikota Harapkan Pemudik Jadi Duta Wisata Batam

Walikota Batam Muhammad Rudi minta pemudik dari Batam aktif mempromosikan pariwisata Batam di kampung halaman masing-masing.
Sarma Haratua Siregar
Sarma Haratua Siregar - Bisnis.com 13 Juni 2018  |  13:49 WIB
Pemandangan di satu sudut Kota Batam. - Dok. Kementerian Pariwisata

Bisnis.com, JAKARTA– Walikota Batam Muhammad Rudi minta pemudik dari Batam aktif mempromosikan pariwisata Batam di kampung halaman masing-masing.

Walikota menargetkan 3.000 kunjungan wisatawan hingga 2020.

“Saya minta betul kepada penduduk Batam yang mudik, ayo sama-sama dorong pariwisata Batam untuk lebih maju. Ceritakan pariwisata (Batam) di kampung halaman masing-masing,” ujarnya.

Batam memang tengah mencoba mencari sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru yang lebih tahan goncangan global. Mengingat sektor industri di Batam rentan terhadap tekanan ekonomi global.

Salah satu yang menadi fokus pemerintah kota Batam adalah mendorong sektor pariwisata di Batam. Sektor ini dipercaya sebagai salah satu alternatif yang ampuh untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Batam, terutama di saat industri tengah melemah.

“Ekonomi Batam sekarang belum sempurna, industri masih ada masalah. Pariwisata inilah yang kita harapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi kita,” jelasnya.

Dalam catatan Dinas Pariwisata Kota Batam, akan ada 50 even pariwisata yang akan digelar di kota Industri ini. Mayoritas even akan digarap bersama dengan pihak swasta. Sementara 5 event akbar dihelat Pemko Batam sendiri.

Dengan bertumbuhnya kunjungan wisatawan ke Batam, diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor riil, terutama konsumsi dan akomodasi.

Badan Pengusahaan (BP) Batam juga tengah gencar mendorong pariwisata sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru. Sejak awal tahun 2018, kontribusi pariwisata terbukti mampu mendorong sektor konsumsi dan akomodasi.

Sejak awal tahun 2018 BP Batam memang serius menggarap sektor pariwista dengan menggelar sejumlah perhelatan besar. Salah satu yang menyita perhatian adalah gelar Batam Menari yang berhasil memecahkan rekor MURI.

Dari data yang dipaparkan Lukita, pertumbuhan Wisman di Kepri di kuartal I/2018 mendapai 20%. Sementara pertumbuhan kunjungan wisatawan secara keseluruhan (termasuk wisatawan lokal) menyentuh 30%.

Kegiatan pariwisata ini mampu menimbulkan pertumbuhan positif di sisi konsumsi rumah tangga. Khususnya sektor makanan, akomodasi dan transportasi. kontribusinya bagi ekonomi Kepri terbilang kecil, tapi sektor makanan di Kepri mampu tumbuh 18% di kuartal I/2018.

“Kamiharus terus optimis dengan momentum pertumbuhan ini,” jelasnya.

Dia percaya kontribusi yang diberikan sektor pariwisata akan semakin tinggi. Apalagi Kementerian Pariwisata turut membantu dengan memberikan program hot deals kepada Kepri. Program ini memberikan subsidi untuk Wisman yang datang ke Batam saat tidak ada kegiatan menarik di Batam.

“Kebanyakan wisman datang ke Batam saat weekend atau hari libur. Dengan Hot Deals ini, kementerian memberikan subsidi jika wisman datang di hari-hari biasa, yang biasanya kurang menarik buat Wisman,” jelasnya. 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Mudik Lebaran 2018

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top