BURSA ASIA: Pasar Respons Kenaikan Fed Rate, Indeks MSC Melemah

Bursa saham Asia melemah pada awal perdagangan hari ini, Kamis (15/6/2018), setelah bank sentral AS, Federal Reserve menaikkan suku bunga.
Linda Teti Silitonga
Linda Teti Silitonga - Bisnis.com 14 Juni 2018  |  08:49 WIB
Ilustrasi. - .Reuters

Bisnis.com, JAKARTA— Bursa saham Asia melemah pada awal perdagangan hari ini, Kamis (15/6/2018), setelah bank sentral AS, Federal Reserve menaikkan suku bunga.

Sementara itu investor juga khawatiran tentang friksi perdagangan AS dengan China.

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melemah 0,25% pada awal perdagangan Kamis.

Tercatat indeks Kospi di bursa saham Korea Selatan turun 0,9%, sementara pasar Australia tergelincir 0,2%. Indeks Nikkei di bursa Jepang melemah 0,7%.

The Fed menaikkan suku bunga acuannya pada Kamis dini hari sebesar 25 basis poin dari 1,75% ke 2%, seperti yang telah diprediksi pasar dilatarbelakangi pertumbuhan ekonomi AS yang kuat.

Pasar menangkap isyarat Fed masih akan menaikkan suku bunga dua kali lagi pada tahun ini.

Momok biaya pinjaman yang lebih tinggi memukul saham, dan meningkatkan imbal hasil obligasi AS.  Namun diyakini reaksi pasar secara keseluruhan berumur pendek.

"Ketika Anda melihat lebih dekat, hanya delapan anggota dewan yang melihat dua kenaikan lagi pada akhir tahun, dibandingkan dengan tujuh lainnya yang melihat satu kenaikan, "kata Norihiro Fujito, ahli strategi investasi senior Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities seperti dikutip Reuters, Kamis (15/6/2018).

"Fakta bahwa pasar dengan cepat berbalik arah menunjukkan bahwa keputusan Fed sejalan dengan harapan," katanya.

Terkait perdagangan, investor khawatiran menyusul adanya ancaman AS untuk mengenakan tarif miliaran dolar untuk produk asal China.

Presiden AS Donald Trump akan bertemu dengan penasihat perdagangan utamanya pada Kamis untuk memutuskan apakah akan mengaktifkan tarif, seorang pejabat administrasi senior Trump mengatakan.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Bursa Asia

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top