Mudik 2017 Lancar, Masyarakat Transportasi Beri 3 Catatan Supaya 2019 Kembali Mulus

Penyelenggaraan mudik lebaran tahun ini tergolong lancar. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 17 Juni 2018  |  11:50 WIB
Pemudik turun dari KM Tidar yang sandar di dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, Kamis (14/6/2018). - ANTARA/Didik Suhartono

Bisnis.com, JAKARTA - Penyelenggaraan mudik Lebaran tahun ini tergolong lancar. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno.

Menurutnya, waktu perjalanan rata-rata menjadi lebih cepat ketimbang penyelenggaraan mudik 2017. Hal itu merupakan dampak dari penambahan kapasitas infrastruktur jalan, baik tol maupun non tol.

Namun demikian, Djoko mengatakan masih ada berapa catatan sebagai bahan evaluasi penyelenggaraan mudik tahun depan.

Pertama, pembenahan jalan nontol adalah target berikutnya dengan menjamin tidak ada lubang.

"Tahun ini masih ditemui jalan pantura yang berlubang walau tidak banyak," katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (17/6/2018).

Sementara itu, tahun depan Tol Trans-Jawa sudah dapat dilewati semua dengan membayar, sudah tidak ada lagi tol fungsional.

Kedua, jalan penghubung jalur pantai utara (Pantura) dan pantai selatan (Pansela) yang sekelas harus diwujudkan, sehingga pengguna jalan bisa rasakan tidak ada bedanya saat alih jalur.

"Bisa juga memberi target pengguna jalan jika tidak kendala berarti. (Misalnya) Waktu perjalanan hingga Jawa Timur maksimal 20 jam, untuk Jawa Tengah maksimum 15 jam. Dari target tersebut dibuat standar operasi yang menunjang," jelasnya.

Dengan mekanisme tersebut ia memperkirakan angka kecelakaan saat mudik bisa turun 32%. Ketiga, program mudik gratis harus lebih kreatif dam pemerintah dapat menggandeng pengusaha angkutan umum reguler atau Organisasi Angkutan Darat (Organda) untuk mudik bersama.

Pemudik motor, lanjut Djoko, harus tetap diupayakan dikurangi dengan menyiapkan lebih matang program mudik menggunakan kapal laut dan kapal penyeberangan. Mudik motor diupayakan tidak lama di perjalanan, cukup maksimum 5 jam.

"Kelebihan muatan baik barang dan orang masih terjadi pada mudik sepeda motor. Anak-anak harus dilarang mudik sepeda motor," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, mudik gratis tidak hanya diberikan untuk pemudik di Pulau Jawa, melainkan harus dilakukan merata antar pulau di seluruh Indonesia.

Catatan ketiga, angkutan perairan harus benar-benar diperhatikan keselamatan dan pelayanannya. Kasus kecelakaan speedboat dan kapal laut di Makassar dan Bangka Selatan (Toboali) saat mudik tahun ini harus menjadi perhatian pemerintah.

Menurutnya, di luar musim mudik pun keselamatan transportasi perairan sungguh memilukan. Masih terjadi pengabaian dari regulator, baik Pemda maupun pemerintah pusat.

"SDM dan fasilitas keselamatan masih belum memadai, perlu program percepatan untuk menuntaskan progran keselamatan transportasi perairan," pungkas Djoko.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Mudik Lebaran 2018

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top