MUDIK LEBARAN: Pengunjung Museum Kereta Api Ambarawa Melonjak

Libur Lebaran tahun ini benar-benar dimanfaatkan masyarakat untuk mengunjungi obyek wisata di Jawa Tengah. Salah satu obyek wisata yang menjadi favorit pemudik adalah Museum Kereta Api Ambarawa.
Hendra Wibawa
Hendra Wibawa - Bisnis.com 18 Juni 2018  |  09:34 WIB
Rangkaian kereta api kuno membawa wisatawan melintasi kawasan Rawa Pening, di Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu (16/4). - Antara/Aditya Pradana Putra.
Bisnis.com, PURWOREJO: Libur Lebaran tahun ini benar-benar dimanfaatkan masyarakat untuk mengunjungi obyek wisata di Jawa Tengah. Salah satu obyek wisata yang menjadi favorit pemudik adalah Museum Kereta Api Ambarawa.
 
Museum yang berlokasi di Ambarawa Kabupaten Semarang  itu sudah didatangi pengunjung sejak pukul 08.00 WIB untuk sekadar berfoto atau naik kereta wisata dari Ambarawa hingga Stasiun Tuntang. 
 
Pemandu wisata Museum Ambarawa Muksin mengatakan museum kereta api di Jawa Tengah ini selalu padat pengunjung selama periode libur Lebaran. 
 
Menurutnya, pilihan favorit pengunjung saat di museum adalah naik kereta wisata dari Ambarawa hingga Tuntang pergi-pulang (PP) yang ditempuh selama 1 jam perjalanan.
 
"Kalau Lebaran jangan ditanya, orang datang jam 09.00 pagi ngak bakal kebagian," katanya saat dihubungi Bisnis.com, Senin (18/6/2018).
 
Dia menjelaskan kereta wisata kereta Ambarawa-Tuntang menggunakan lokomotif diesel, yang menarik tiga kereta tua. Dengan kereta tua yang dibangun  tahun 1911 itu memiliki kapasitas 40 orang per kereta. 
 
Perjalanan kereta wisata Ambarawa-Tuntang melalui kawasan danau Rawa Pening yang terkenal dengan banyaknya Enceng Gondok.
 
Wisatawan dapat membeli tiket di Museum Kereta Api Ambarawa mulai pukul 08.00 WIB sejak stasiun tersebut buka dengan harga tiket untuk perjalanan wisata reguler Rp50.000 per penumpang.
 
Dulunya, Muksin menyatakan wisatawan bisa menikmati perjalanan Ambarawa-Tuntang dengan harga tiket Rp10.000 per penumpang dengan naik kereta wisata Yang ditarik lori.
 
"Dulu pakai lori sekarang pakai loko diesel. Pada masa pak Jonan sebagai Dirut PT KAI, lori diganti diesel," paparnya.
 
Untuk kereta wisata yang ditarik lokomotif uap, dia menyatakan pemesanan harus jauh-jauh hari dengan harga Rp15 juta satu kali perjalanan pergi-pulang. Rute yang dilalui kereta uap menanjak dengan rel bergerigi.  Lokomotif uap juga memiliki fasilitas gerigi.
 
Untuk menjalankan lokomotif uap dibutuhkan persiapan selama 3 jam dengan membutuhkan air sebanyak 6.000 lliter dan kayu jati sebanyak sekitar 3,5 kubik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Mudik Lebaran 2018

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top