RAMADAN 2018: Pemprov DKI Sukses Stabilkan Harga Pangan dan Kendalikan Inflasi

Wakil Gubernur Sandiaga Uno bangga atas keberhasilan jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang sukses menstabilkan harga pangan dan mengendalikan inflasi selama bulan suci Ramadan tahun ini.
Yusran Yunus
Yusran Yunus - Bisnis.com 22 Juni 2018  |  08:25 WIB
Sandiaga Uno - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Gubernur Sandiaga Uno bangga atas keberhasilan jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang sukses menstabilkan harga pangan dan mengendalikan inflasi selama bulan suci Ramadan tahun ini.

Mengutip data BPS DKI Jakarta dan Bank Indonesia, inflasi di wilayah DKI Jakarta pada bulan Mei mencapai 0,45%. Lebih rendah dari Ramadan tahun lalu.

"Ini merupakan hasil kerja tim dengan istilah Keroyok, Gerilya dan Urai Satu-satu (Kegerus). Kita gerilya lapangan, diurut rantai pasokannya dari hulu ke hilir, dari petani sampai ke pasar-pasar tradisional.," kata Sandiaga Uno dalam statusnya di Facebook, Jumat (22/6/2018).

Sandi - sapaan akrab Sandiaga Uno - menjelaskan sejumlah program yang digulirkan oleh Pemprov DKI Jakarta dalam menyukseskan program menstabilkan harga pangan dan mengendalikan inflasi tersebut. Diantaranya, kegiatan pasar murah dilakukan oleh BUMD Provinsi DKI Jakarta di bidang pangan untuk memastikan seluruh warga Jakarta dapat memperoleh bahan pangan pokok secara mudah dengan harga terjangkau.

Kegiatan pasar murah untuk komoditi beras, minyak goreng, gula pasir, dan tepung terigu oleh PT Food Station Tjipinang Jaya berlangsung di 72 titik lokasi Kelurahan di 5 wilayah DKI Jakarta. PD Pasar Jaya juga menggelar pasar murah di 40 titik lokasi pasar milik PD Pasar Jaya di 5 wilayah DKI Jakarta.

Selain itu, Dinas Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKPKP) Provinsi DKI Jakarta juga melaksanakan Kegiatan Penyediaan Pangan dengan harga murah bagi masyarakat tertentu untuk komoditi daging sapi, daging ayam, telur dan beras sebanyak 417.866 paket, dimulai 1 Desember 2017 hingga 31 November 2018.

"Sasarannya adalah penerima penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP), Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP), penghuni rumah susun, penyandang disabilitas, lansia dan buruh berpenghasilan UMP," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Ramadan

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top