Tips Puasa : Asupan yang Perlu Dihindari Penderita Maag Saat Berpuasa

Ahli medis berpendapat bahwa penyebab batalnya puasa pada minggu pertama bulan Ramadan sebagian besar karena masalah pencernaan, termasuk gangguan maag.
Eva Rianti
Eva Rianti - Bisnis.com 13 Mei 2019  |  14:16 WIB
Asam lambung perlu diwaspadai. - Bisnis/ nurul hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Ahli medis berpendapat bahwa penyebab batalnya puasa pada minggu pertama bulan Ramadan sebagian besar karena masalah pencernaan, termasuk gangguan maag.

Dokter Spesialis Sistem Pencernaan (Gastoenterolog) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Ari Fahrial Syam mengatakan, setelah 6—8 jam perut kosong pada saat berpuasa akan terjadi peningkatan asam lambung yang dapat menyebabkan gejala gangguan maag.

“Keadaan ini biasanya berlangsung hanya pada satu pekan puasa pertama dan gejala ini insyaallah tidak dirasakan lagi pada minggu-minggu berikutnya. Tubuh akan menyesuaikan dengan perubahan kondisi tubuh akibat berpuasa,” tuturnya kepada Bisnis, baru-baru ini.

Dia menjelaskan, pada orang yang sehat, keadaan ini dapat diatasi dengan pilihan makan yang tepat pada saat berbuka dan sahur, serta kegiatan yang tidak menyebabkan terjadinya peningkatan udara di dalam lambung, serta peningkatan asam lambung.

Adapun, pada orang yang memang terdapat gangguan lambung sebelumnya puasa akan memperberat kondisi sakit lambungnya jika tidak diobati dengan tepat. Sementara, jika sakit lambungnya diobati, mereka akan dapat melakukan ibadah puasa seperti orang normal pada umumnya.

“Selama berpuasa, asupan makanan dan minuman harus menjadi perhatian terutama pada penderita pencernaan sebelumnya,” terangnya.  

Ari menyarankan beberapa makanan dan minuman yang perlu dihindari bagi penderita maag. Pertama, makanan yang menyebabkan atau memperberat gejala sakit maag, seperti makanan dan minuman yang banyak mengandung gas atau bersoda.

Kedua, makanan yang terlalu banyak serat, seperti sawi, kol, nangka, pisang ambon, serta makanan berserat tertentu seperti kedondong dan buah yang dikeringkan.

Ketiga, minuman yang merangsang pengeluaran asam lambung, seperti kopi, sari buah sitrus, dan susu full cream.  

Keempat, makanan yang sulit dicerna yang dapat memperlambat pengosongan lambung, misalnya makanan berlemak, kue tar, coklat dan keju.

“Makanan-makanan ini dapat menyebabkan peningkatan peregangan di lambung yang akhirnya dapat meningkatkan asam lambung,” jelasnya.

Kelima, makanan yang secara langsung merusak dinding lambung, yaitu makanan yang mengandung cuka dan pedas, merica, dan bumbu yang merangsang.

Keenam, makanan yang melemahkan klep kerongkongan bawah sehingga menyebabkan cairan lambung dapat naik ke kerongkongan. Antara lain, alkohol, cokelat, makanan tinggi lemak, dan gorengan.

Selain makanan atau minuman tersebut, Ari menambahkan, ada beberapa sumber karbohidrat yang harus dihindarkan bagi penderita sakit maag, antara lain beras ketan, mi, bihun, bulgur, jagung, ubi singkong, tales, dan dodol.

“Kegiatan yang meningkatkan gas di dalam lambung juga harus dihindarkan, antara lain makan permen khususnya permen karet dan rokok. Rokok sudah terbukti akan menyebabkan pelemahan klep bawah kerongkongan dan memperlambat pengosongan lambung serta memperburuk luka yang terjadi pada lambung,” tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
asam lambung

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top