300 Tenda di Masjid Habiburrahman untuk Iktikaf

Sekitar 300 tenda berdiri diisi oleh keluarga muslim yang melaksanakan itikaf di Masjid Habiburrahman, Jalan Kapten Tatanegara, Kota Bandung, Minggu (27/5/2019) malam.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 Mei 2019  |  13:57 WIB
Ratusan tenda berdiri di Masjid Habiburrahman, Jalan Kapten Tatanegara, Bandung, Jawa Barat, Minggu (26/5/2019). - Antara/Bagus Ahmad Rizaldi

Bisnis.com, BANDUNG – Sekitar 300 tenda berdiri diisi oleh keluarga muslim yang melaksanakan iktikaf di Masjid Habiburrahman, Jalan Kapten Tatanegara, Kota Bandung, Minggu (26/5/2019) malam.

Panitia Ramadan DKM Masjid Habiburrahman, Nugraha, mengatakan fenomena tersebut rutin terjadi setiap tahunnya pada kegiatan iktikaf yakni 10 hari sebelum Lebaran. Setiap tenda tersebut diisi oleh sekitar empat sampai lima orang untuk satu keluarga.

"Iktikaf itu adalah bagian dari ibadah Ramadan, persiapan telah dilakukan hampir 4 bulan sebelum masuk Ramadan," kata Nugraha.

Setiap tenda , ujarnya, membayar sumbangan Rp150.000. Dia mengatakan sumbangan tersebut akan dipergunakan untuk biaya keamanan, kebersihan, dan kebutuhan Ramadan seperti takjil.

"Mereka bawa sendiri tendanya dan kita menghitung per tendanya, jadi bisa diperkirakan jemaahnya ada berapa untuk ketersediaan air wudhu, takjil, dan yang lainnya," tutur Nugraha.

Pihaknya juga telah mempersiapkan sejumlah penceramah kondang untuk mengisi di Masjid Habiburrahman. Namun, kata dia, tidak semua yang masuk ke dalam daftarnya bisa hadir untuk menyapa jemaah yang melaksanakan iktikaf.

"Kemarin sudah ada seperti ustaz Adi Hidayat, dan yang lainnya juga sudah ada dalam daftar," kata Nugraha.

Para jemaah iktikaf tersebut, kata dia, berasal dari sejumlah wilayah sekitar Bandung, Jakarta dan Jawa Tengah. Bahkan, menurutnya ada juga yang berasal dari luar Jawa.

"Kemudian ada dari Tangerang, Jakarta, Tasik, Solo, Bekasi, Karawang, ada juga yang dari Batam," katanya.

Salah seorang jemaah asal Batam, Aam Komariyah, mengaku memang setiap tahunnya selalu mengikuti kegiatan itikaf di masjid yang dibina oleh PT Dirgantara Indonesia itu.

"Dari dulu sering iktikaf di sini, saya sudah datang dari hari pertama itikaf, sekalian pulang kampung ke Bandung," kata Aam.

Selain pulang kampung, dia memilih masjid tersebut karena program iktikaf tersebut memang disediakan oleh DKM.

"Padahal saya daftarnya paling belakangan, kebetulan dapet, biasanya harus daftar sebulan sebelumnya," kata ibu lima anak itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Ramadan, masjid

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top