Lima Jajanan Tradisional Khas Nusantara di Mal untuk Buka Puasa

Jajanan tradisional yang dihadirkan di mal tidak kalah lezat dan tetap terjaga kebersihannya. Salah satu tempat untuk mencoba jajanan tradisional nusantara dan Asia di dalam mal adalah di gerai food court Eat & Eat.
Eva Rianti
Eva Rianti - Bisnis.com 01 Juni 2019  |  11:27 WIB
Ilustrasi gorengan. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Setelah seharian berpuasa menahan lapar dan dahaga, waktu berbuka menjadi waktu yang ditunggu-tunggu. Banyak orang berkumpul di mal menunggu saatnya berbuka puasa dan sering kali tempat-tempat makan penuh dengan pengunjung.

Sambil menunggu tempat untuk menyantap makanan utama, kita bisa berbuka dengan takjil berupa jajanan tradisional terlebih dahulu.

Jajanan tradisional yang dihadirkan di mal tidak kalah lezat dan tetap terjaga kebersihannya. Salah satu tempat untuk mencoba jajanan tradisional Nusantara dan Asia di dalam mal adalah di gerai food court Eat & Eat.

Lebih dari 200 variasi makanan dan minuman dengan harga terjangkau, rasa yang lezat dan higienis dapat ditemukan di setiap gerai food court Eat & Eat.

Berikut rekomendasi menu jajanan tradisional untuk berbuka puasa yang bisa ditemui di gerai food court Eat & Eat:

Rujak Juhi

Rujak juhi, yang dikenal juga dengan nama mi juhi, merupakan makanan khas Betawi. Makanan ini menawarkan rasa yang gurih dengan bumbu kacang. Bahan utama rujak juhi adalah sotong yang telah melewati proses fermentasi dan dikeringkan.

Digabungkan dengan irisan kol, kentang rebus,daun selada, potongan mentimun, mie kuning rebus dan saus kacang segar yang disiram di bagian atas, rujak juhi ini menggugah selera makan kita. Tidak ketinggalan kerupuk mi yang diremas dan ditaburkan di atas rujak juhi sebagai pelengkapnya.

Tahu Gejrot

Jajanan tradisional khas Cirebon ini memiliki banyak penggemar karena rasanya yang enak dan membuat ketagihan. Makanan tradisional ini menggunakan tahu pong atau bisa juga tahu Sumedang yang sudah digoreng dan dipotong kecil-kecil, lalu disajikan di atas piring kecil dan diberi saus sambal yang pedasnya mantap.

Cara memakannya adalah menggunakan sepotong lidi untuk mengambil tahu tersebut. Pas untuk berbuka puasa bersama keluarga atau teman tercinta.

Wedang Ronde

Minuman hangat khas Yogyakarta ini disukai oleh anak-anak hingga orang tua karena rasanya yang sedap dan cocok untuk diminum pada malam hari atau musim dingin.

Ronde sendiri merupakan makanan tradisional China, terbuat dari tepung ketan yang dicampur dengan sedikit air dan dibentuk menjadi bola dengan berbagai ukuran, direbus dan disajikan dengan kuah manis.

Bentuk ronde yang bulat melambangkan kebersamaan keluarga. Terdiri dari ronde, irisan roti tawar, kacangtanah, kolang-kaling, dengan kuah jahe panas yang manis, Wedang Ronde ini merupakan hidangan yang pas untuk membatalkan puasa karena dapat membuat tubuh kita terasa hangat.

Aneka Gorengan

Siapa yang tidak kenal gorengan? Gorengan adalah salah satu jajanan kaki lima yang menjadi favoritmasyarakat Indonesia. Makanan ini tidak asing lagi karena penjual gorengan begitu mudah ditemuidi berbagai tempat di tanah air.

Selain itu, rasanya tidak kalah enak dengan makanan lainnya dan harganya juga murah, terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Aneka gorengan seperti tahu isi,bakwan, tempe mendoan, pisang dan singkong goreng, risol, cireng, dan lain-lain sudah banyak ditemukan juga di mal-mal, seperti di food court.

Es Jelly Medan

Sajian andalan khas kota Medan ini selintas terlihat mirip dengan es campur lainnya, namun ada perbedaan dalam pembuatannya. Bahan dasar Es Jelly Medan yang berpenampilan menarik iniadalah campuran jelly yang bermacam warna, nata de coco, dan selasih.

Minuman ini terasa sangat segar karena terdapat perasan jeruk yang asam. Tidak hanya itu, tambahan buah leci dan longan menjadikan minuman ini semakin istimewa. Sebagai pemanisnya, digunakan sirup leci dan air rebusan gula. Sensasi dingin dan segarnya Es Jelly Medan membuat buka puasa Anda menjadi lebih nikmat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Puasa, Ramadan

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top