Saat Pedagang Takjil Bermasker Padati Kebon Jeruk

Aktivitas berjualan takjil tentu memicu keramaian para pembeli yang melewati jalanan tersebut.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 April 2020  |  00:43 WIB
Pedagang takjil mengenakan masker dan sarung tangan saat berjualan di Jalan Panjang Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (24/4/2020). - Antara\\n\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Jalan Panjang Kebon Jeruk Jakarta Barat padat penjual takjil buka puasa Ramadan bermasker di tengah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) guna mencegah penyebaran Covid-19.

Selain itu, yang tidak biasa adalah para pedagangnya yang mengenakan masker dan sarung tangan, juga tidak mendirikan lapak berdekatan satu sama lain.

"Udah jadi rutinitas bulan puasa, tetapi karena virus corona, jualannya yang penting tetap pake masker," ujar salah satu pedagang takjil, Rianti.

Aktivitas berjualan takjil tentu memicu keramaian para pembeli yang melewati jalanan tersebut.

Tak ayal menjelang waktu berbuka, warga berkerumun berburu takjil, seakan tidak mengindahkan anjuran untuk menjaga jarak fisik atau 'social distancing.'

Salah satu pembeli, Dedy Wirawan mengaku datang ke lapak penjual takjil karena sudah menjadi kebiasaannya di bulan Ramadan.

"Sudah jadi budaya bagi saya jajan di sini kalau mau berbuka. Jadi bagi saya yang penting memakai masker," ujar dia.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan secara resmi memperpanjang pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama 28 hari guna mengatasi pandemi Covid-19.

 "Kami memutuskan untuk memperpanjang pelaksanaan PSBB, diperpanjang 28 hari. Periode kedua dimulai tanggal 24 April hingga 22 Mei 2020," kata Anies di Balai Kota DKI.

Salah satu butir dalam PSBB mengatur tentang pembatasan penyelenggaraan keramaian guna memutus mata rantai Covid-19.


 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Ramadan

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top