Ada Islam di Lembah Baliem, Peran Bung Karno Disebut-Sebut

Melalui interaksi yang intensif serta dakwah dari para relawan tersebut, sebagian Suku Dani di Lembah Baliem masuk Islam.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 April 2021  |  09:59 WIB
Ritual barapen atau memasak dengan bakar batu di Papua. - itjen.kemdikbud.go.id/Katharina Janur

Bisnis.com, JAKARTA - Pemeluk agama Islam seperti juga pemeluk agama lainnya tersebar di banyak wilayah di Indonesia.

Di wilayah Lembah Baliem, Papua, juga ada warga yang memeluk agama Islam. Hal itu bukan hal yang mengherankan mengingat masyarakat Lembah Baliem memeluk beragam keyakinan.

Mayoritas masyarakat Baliem memeluk agama Kristen Protestan, Katolik, Islam, dan kepercayaan leluhur.

Kepercayaan kepada leluhur merupakan keyakinan awal masyarakat Lembah Baliem. Agama Kristen masuk ke Baliem melalui misionaris asal Belanda dan Jerman. Kemudian, barulah Islam masuk ke wilayah ini.

Menurut Peneliti Balai Arkeologi Papua Hari Suroto agama Islam mulai berkembang di Lembah Baliem, Papua.

Hal itu berawal dari program Presiden Soekarno yang mengirimkan relawan Pelopor Pembangunan Irian Barat atau PPIB.

Relawan yang berasal dari Jawa Tengah dan Yogyakarta ini disebar ke seluruh pelosok Papua untuk mempersiapkan Penentuan Pendapat Rakyat atau Papera.

"Semua relawan ini beragama Islam," kata Hari Suroto kepada Tempo, Senin (12/4/2021).

Melalui interaksi yang intensif serta dakwah dari para relawan tersebut, sebagian Suku Dani di Lembah Baliem masuk Islam.

Bermula dari Kampung Megapura, lalu ke Kampung Hitigima, Welesi, Okilikik, Araboda, dan Air Garam. Berlanjut ke Kampung Kurima, Tulima, Apenas, dan Jagara.

Masyarakat Suku Dani yang memeluk Islam tak serta-merta meninggalkan tradisi. Mereka masih mempertahankan tradisi khas Lembah Baliem, yaitu bakar batu.

Tradisi bakar batu dilakukan menyambut Ramadan dan hari besar Islam lainnya.

Selama ini dalam tradisi bakar batu di Lembah Baliem, bahan makanan yang dimasak adalah daging babi.

Komunitas muslim Suku Dani menggantinya dengan ayam kampung atau ayam broiler yang di Papua disebut dengan ayam es. Ada pembagian tugas antara laki-laki dan perempuan saat melaksanakan tradisi bakar batu.

Kaum perempuan menyiapkan berbagai bahan makanan, seperti sayuran, keladi, ubi jalar, singkong, pisang, dan ayam. Mereka bahu-membahu mengumpulkan dan membersihkan bahan makanan tersebut.

Sementara para lelaki menyusun batu di atas kayu kering kemudian menutupnya dengan daun dan rumput kering untuk dibakar.

Tidak jauh dari lokasi batu dibakar, mereka membuat sebuah kubangan dalam tanah. Batu panas hasil pembakaran tadi kemudian ditata secara merata di dalam lubang.

Selanjutnya, mereka menyusun berbagai jenis bahan pangan, seperti sayuran, keladi, ubi jalar, singkong, pisang, dan ayam di atas permukaan batu panas yang telah tersusun tadi.

Bahan pangan ini kemudian ditutup dengan daun ubi jalar atau sayur-sayuran lainnya, dan terakhir ditutup rapat dengan batu panas lagi.

Bahan makanan yang sedang dimasak itu baru boleh dibuka setelah tiga jam. Para pria membuka setiap lapisan kemudian menyajikannya dan makanan pun siap disantap.

Tradisi bakar batu menyambut Ramadan biasanya berlangsung di halaman masjid atau musala. Dalam pelaksanaanya biasanya mereka bergotong royong, melibatkan Suku Dani yang beragama Nasrani.

"Pelajaran berharga yang dapat diambil dari kehidupan beragama di Lembah Baliem adalah rasa toleransi beragama yang tinggi. Mereka juga masih mempertahankan tradisi warisan leluhur," kata Hari Suroto yang juga dosen arkeologi Universitas Cenderawasih, Papua, ini.

Selain di Lembah Baliem, tradisi bakar batu menggunakan ayam es juga dilakukan komunitas Muslim Suku Dani yang merantau ke Kota Jayapura.

Keragaman

Laman https://itjen.kemdikbud.go.id menuliskan bahwa Suku Dani yang mendiami Lembah Baliem di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua,  sangat menjaga keberagaman dan toleransi beragama, sejak nenek moyang ada. 

Sebelum ajaran Islam masuk, di Lembah Baliem sudah ada penganut Kristen Protestan dan Katolik. 

Balai Arkeologi Papua menyebutkan agama Islam masuk di Lembah Baliem sekitar tahun 1964. Saat itu, masyarakat di Distrik Walesi,  Kabupaten Jayawijaya belajar agama islam.

Dalam penelitian Hari Suroto, arkeolog dari Balai Arkeolog Papua menyebutkan masyarakat Walesi yang beragama Islam, hingga kini masih mempertahankan tradisi dari pegunungan tengah Papua, misalnya tradisi barapen atau bakar batu yang biasa dilakukan dalam menyambut Ramadan.

Muslim Papua  di Lembah Baliem berkonsentrasi di Distrik Walesi. Pada lokasi itu terdapat sebuah masjid dan pesantren.

Anak-anak yang  berada di dalam pesantren kebanyakan berasal dari daerah pegunungan Papua. Ada yang sengaja dititipkan oleh orangtua untuk menimba ilmu, ada juga anak-anak yang tak mengenal orangtuanya sekali pun.

Kehidupan di Walesi sangat kental dengan kekerabatan antarpemeluk agama. Sekitar 200-an meter dari pesantren, terdapat gereja dan SD Katolik. Sebelum, ada pesantren yang didirikan 1984, anak-anak Muslim Walesi bersekolah di SD Katolik. Jam belajarnya dilakukan secara bergantian dengan murid yang beragama katolik.

Abu Asso,  tokoh pemuda Walesi mengakui kekerabatan dan toleransi antarpemeluk agama di Lembah Baliem sangat tercipta dengan baik.

Abu mengaku masih banyak keluarga dekatnya berbeda agama, namun tetap saling menghormati. 

"Termasuk jika ada acara barapen, keluarga kami yang Muslim atau Nasrani memahami satu sama lainnya. Jika ada makanan olahan dari daging babi, akan dipisahkan untuk kami yang beragama Muslim dan kami akan menyantap ayam, atau sebaliknya," jelas Asso.

Hari raya besar keagamaaan menjadi momen keluarga dapat berkumpul, silaturahmi dan berbagi cerita bersama.

Mulai hari ini, umat Islam di Indonesia menjalankan ibadah puasa Ramadan. Jadwal Imsakiyah 2021 dapat diakses melalui https://bit.ly/2Q1JV0G atau langsung klik di sini.

Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan 1442 Hijriah/2021

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
papua, muslim, Ramadan

Sumber : Tempo.co/itjen.kemdikbud.go.id

Editor : Saeno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top