Penderita GERD Jangan Ragu Berpuasa, Tubuh Akan Beradaptasi Kok

Pola makan yang teratur pada bulan puasa dapat membantu kondisi lambung supaya bekerja dengan lebih tenang.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 April 2021  |  14:12 WIB
Ilustrasi penyakit lambung atau dikenal juga dengan GERD/Bisnis - Youtube

Bisnis.com, JAKARTA - Gangguan asam lambung tidak menjadi halangan bagi penderita gastroesophageal reflux disease berpuasa.

Rasa tidak nyaman yang dialami penderita GERD ini hanya akan berlangsung dalam 10 hari pertama berpuasa. Selebihnya, tubuh akan beradaptasi.

Itu sebabnya, ibadah puasa di bulan Ramadan tetap dapat dijalankan dengan aman oleh para penderita penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD).

"Penderita penyakit asam lambung atau GERD tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman kok," ujar dokter spesialis penyakit dalam (gastroenterologi) dari RSCM-FKUI Prof.Dr.dr. Ari Fahrial Syam ketika dihubungi Antara, Jumat (16/4/2021).

Ari menambahkan sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa pasien dengan asam lambung dapat dengan aman menjalani ibadah puasa.

Ibadah puasa mengharuskan umat Muslim untuk menjalani pola makan yang teratur yaitu pada saat sahur dan maghrib.

Pola makan yang teratur ini dapat membantu kondisi lambung supaya bekerja dengan lebih tenang.

Selain itu saat berpuasa, para perokok pastinya akan mengurangi konsumsi rokok, yang biasanya ditemani dengan kopi atau minuman tinggi kafein dan gula lainnya.

"Kesimpulannya janganlah takut untuk berpuasa bagi para penderita penyakit GERD atau asam lambung. Kalau merasa lambung tidak nyaman, sehari sebelum puasa dan sebelum sahur bisa minum obat terlebih dahulu," tambah Ari.

Rasa tidak nyaman itu dikatakan Ari biasanya hanya terjadi tujuh hingga sepuluh hari di awal puasa. Kemudian, kondisi tubuh akan beradaptasi dan penderita GERD mulai nyaman menjalani puasa tanpa memerlukan bantuan obat.

Lebih lanjut Ari menjelaskan ibadah puasa terbukti dapat mengurangi atau meredakan rasa sakit dan tidak nyaman yang disebabkan oleh GERD karena puasa Ramadan itu dilakukan sebagai ibadah.

Ketika seseorang melakukan ibadah dia akan merasa dekat dengan Yang Maha Kuasa sehingga memberikan ketenangan bagi batinnya.

"Batin yang tenang atau pengendalian diri menjadi salah satu proses penyembuhan bagi pasien yang memiliki masalah asam lambung dan GERD," kata Ari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Puasa, Ramadan, asam lambung

Sumber : Antara

Editor : Saeno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top